Weton Menurut Islam

Weton pernikahan menurut islam atau biasa yang disebut orang Jawa, primbon jodoh sesuai pandangan agama islam. Bagaimana penjelasan menurut sisi pandang ajaran Rasulullah SAW?

Mari kita simak bersama.

Banyak orang yang mau menikah namun terkendala oleh pengaturan angka weton yang membuatnya jatuh pada perhitungan weton pegat. Dan dirinya pun takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa datang. Lalu keluarganya pun juga tidak merestui pernikahan karena hasil hitungan tersebut.

Bagaimana cara menyikapi hitungan weton menurut Islam?

weton pernikahan dalam adat jawa

Dalam membuka solusi jalan keluar mencari yang terbaik, anda perlu menata kembali keyakinan dan keteguhan hati kepada Allah SWT.

Pertama yakin bahwa ketentuan yang terbaik datang dari Allah SWT bukan dari sebuah ramalan.

Kemudian diimbuhkan dengan tidak melawan secara langsung kepada orang yang membuat ramalan hitungan weton terhadap anda. Namun anda harus menolak dengan bijak agar tersimpan sebuah dakwah di dalamnya.

Kedua, sampaikan ayat atau hadist yang berkenaan dengan larangan meyakini hitungan ramalan.

Lalu yang terakhir, anda perlu menepis kembali secara lembut agar orang yang diberi tahu kebenaran akan ramalan tidak mengelak bahkan marah.

Note: tulisan ini versi yang tidak meyakini hitungan weton primbon ya. Jadi kalau anda memang masih percaya tentang perhitungan weton. Silahkan dipikirkan dan pelajari kembali apakah hal tersebut sesuai dengan ajaran Allah dan rasulNya?

Lalu bagaimana cara menemukan cinta sejati?

nasehat pernikahan

Menurut islam, menemukan cinta sejati, dilakukan dengan cara berdoa dan berusaha. Adapun beberapa tips untuk menemukan cinta sejati yang direstui dan diridhoi Nya agar terbentuk keluarga sakinah mawadah warahmah.

Ramalan jodoh menurut islam

Dalam qur’an surat An-Nur ayat 26, telah difirmankan bahwa:

“(Wanita-wanita) yang tidak baik untuk (laki-laki) yang tidak baik. Dan (laki-laki) yang buruk untuk (wanita) yang buruk. Serta (wanita-wanita) yang baik unutk (laki-laki) yang baik dan (laki-laki) yang baik untuk (wanita) yang baik.”

Kesimpulan:

  • Baik buruk seseorang bisa diciptakan oleh dirinya sendiri. Maka dari itu sebelum menikah sebaiknya diri sendiri telah memperbaiki diri agar pantas untuk mendapatkan yang terbaik pula.
  • Jadi ketetapan Allah itu sudah adil dan benar.

Cara menjemput pasangan

 1. Merubah pribadi

Untuk mendapatkan ridho Ilahi yang paling baik dalam menjemput jodoh. Anda perlu mendekatkan diri lebih dari sebelumnya.

Mempercayakan pada kualitas diri bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok akan lebih baik dari hari ini, dan seterusnya.

Sesuai dalili di atas tadi dalam QS. An-Nur Allah telah menjanjikan pasangan baik akan berpasangan dengan yang baik. Jadi pasangan hidup akan dipilihkan langsung sesuai dengan cerminan diri.

2. Belajar ilmu pranikah

Ilmu pranikah sangat bagus bagi para pemuda yang akan melepas masa lajangnya. Karena layaknya pernikahan bukanlah sebuah hubungan cinta saja. Namun juga kehidupan bersama hingga tercapai tujuan berdua.

Banyak yang terlanjur menikah tapi masih banyak hal yang membuat keluarga mereka bertengkar. Mungkin karena masalah kecil dan bahkan hal yang secuil.

Karena menikah tak hanya soal bahagia namun lebih banyak pahit dan dukanya.

3. Selalu istikhoroh

Sholat istikharah menjadi sangat dianjurkan sekali bila ada pilihan yang dianggap sulit pemecahan masalahnya. Begitu pula dengan pemilihan jodoh.

Karena pilihan terbaik akan datang dari yang Kuasa. Maka dari itu kita mintanya lewat doa dan memohon kepada-Nya.

4. Perbanyak doa

Menyerahkan semua ketentuan kepada Sang Pencipta adalah hal yang pantas dan harus dilakukan oleh seorang hamba.

Memperbanyak doa juga bisa menambah iman dan taqwa kepada-Nya. Dengan rutin berdoa diharapkan hajat permintaan segera dikabulkan-Nya.

Namun bila belum juga terkabul, bersikap husnudhon dahulu saja akan ketetapan-Nya merupakan sesuatu langkah terbaik bagi makhluk-Nya.

Kesimpulan primbon weton dalam islam

Dalam islam tidak ada ramalan mengenai cocok atau tidaknya jodoh dengan hitungan manusia. Namun lebih terpaku kepada doa dan usaha yang dilakukan oleh seorang hamba.

Doa tak hanya dilakukan sekali duakali saja. Harus istiqomah dan penuh kesungguhan. Memperbaiki diri agar pantas untuk menjadi seorang yang baik dengan pasanganya juga perlu dilakukan.

Nah, bila ia terus berusaha dan berdoa, maka akan ada jalan jodoh terbaik baginya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *