Mengenal Keragaman Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah Adat Kalimantan Selatan – Indonesia terkenal dengan keragamaan budaya, salah satunya rumah adat. Di setiap daerah memiliki rumah adat yang berbeda-beda dengan keunikannya masing-masing. Seperti rumah adat di Kalimantan Selatan yang juga memiliki keunikan tersendiri dengan berbagai makna di dalamnya.

Rumah adat di Kalimantan Selatan merupakan salah satu warisan leluhur suku Banjar. Masyarakat Banjar menyebutnya dengan “Rumah Bubungan Tinggi” yang merupakan ikon dari Provinsi Kalimantan Selatan. Kalimantan Selatan memiliki beberapa rumah adat yang berbeda-beda dengan ciri khas tersendiri.

Sekilas Tentang Budaya Kalimantan Selatan

adat kalimantan selatan madihin

Kalimantan Selatan juga berkenal dengan beragam budaya dan tradisi. Kebudayaan disana sebagian besar merupakan hasil asimilasi dan pengaruh dari kerpercayaan Islam yang dulunya dibawa oleh pedagang Arab dan Persia. Budaya Banjar, Kalimantan Selatan dapat ditemui dalam berbagai bentuk kesenian, musik, tari, pakaian, upacara tradisional, hingga rumat adat.

Dalam acara-acara tertentu, masyarakat Banjar kerap menampilkan beberapa tarian tradisional seperti tari Baksa Lilin, Kula Gepang, Maiwak, Baksa Kambang, dan masih banyak lagi. Tarian tersebut biasanya diiringi dengan gambang, aron, babun, kedernong, suling, gong, rebab, dan sebagainya. Tak hanya jenis tarian saja, Banjar juga sering menampilkan berbagai kesenian seperti:

  • Madihin, yaitu pentas monolog merangkau syair dan pantun, yang dilakukan satu atau dua orang seniman tradisional. Kesenian ini diiringi dengan musik gendang khas Banjar, Kalimantan Selatan. Madihin memiliki pesan tersirat di dalam syair dan pantun yang disampaikan. Umumnya berupa sindiran yang mengandung pesan sosial dan moral dengan penggunaan kata-kata yang lucu.
  • Mamanda. Tak hanya Madihin yang berupa pementasan syair dan pantun, kesenian lain yang sering ditampilkan dalam acara-acara tertentu yaitu Mamanda. Mamanda merupakan pentas teater tradisional khas Banjar. Teater yang disajikan menceritakan tentang kisah kehidupan masyarakat dan perjuangan masa kemerdekaan. Bahkan memampilkan pula kritik politik dan sosial yang sedang berkembang di era sekarang.
  • Musik Panting, yang merupakan paduan antara berbagai jenis alat musik mulai dari Gong, Babun, Panting, dan Biola sehingga menghasilkan irama yang unik dan khas. Musik ini biasanya digunakan untuk mengiringi lagu tradisional Banjar maupun mengiringi tarian tradisional.

Baca Juga : Ulasan Lengkap Tentang Rumah Adat Sulawesi Selatan

Macam Rumah Adat Kalimantan Selatan

Selain dikenal dengan kesenian, budaya Kalimantan Selatan dikenal juga dengan keunikan rumah adatnya. Berikut ini beberapa rumah adat Kalimantan Selatan beserta ciri khasnya.

1. Rumah Adat Bubungan Tinggi

Rumah Adat Bubungan Tinggi Banjar Khas Kalimantan Selatan

Awalnya rumah adat Bubungan Tinggi merupakan tempat tinggal kesultanan Kalimantan Selatan. Namun, seiring perkembangan zaman kini banyak masyarakat Banjar yang mengadopsi gaya rumah Bubungan Tinggi sebagai konsep bangunan rumah adat biasa. Rumah adat Bubungan Tinggi berupa rumah panggung yang terbuat dari bahan utama kayu ulin. Kayu ulin merupakan kayu yang kuat bahkan mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Atap rumah adat ini menjulang cukup tinggi dengan kemiringan 45 derajat berbentuk seperti pelana kuda. Inilah sebabnya, atap Rumah Bubungan Tinggi disebut juga sebagai atap pelana. Sementara bagian atap yang menutupi bagian tengah hingga ke depan dikenal dengan sebutan “atap sindang langit”. Sedangkan atap yang menutup bagian tengah ke belakang disebuat “atap hambin awam”. Uniknya lagi, di bagianpuncak atap terdapat berbagai ragam motif hias.

2. Rumah Gajah Manyusu

Rumah Gajah Manyusu

Atap rumah adat Gajah Manyusu berbentuk limas dengan mansaet di bagian depan. Bangunan induk rumah berbentuk segi empat memanjang ke belakang. Selain itu, terdapat ruang tambahan yang berada di sisi kanan dan kiri rumah agak memanjang ke belakang yang disebut sebagai Anjung. Dalam bahasa Banjar, Anjung dikenal juga dengan sebutan “Disumbi”.

3. Rumah Palimbangan

Rumah Palimbangan Kalimantan

Selanjutnya, rumah adat Palimbangan yang juga terdapat di Kalimantan Selatan. Dulunya, rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal para tokoh agama Islam. Pada umumnya, rumah adat palimbangan tidak memiliki anjung. Namun, ada beberapa yang menggunakan anjung dengan tawing layar menghadap ke depan. Untuk bagian terasnya, rumah adat ini ditutup dengan atao sengkuap atau disebuat juga sebagai atap sindang langit.

4. Rumah Adat Gajah Baliku

Rumah Adat Gajah Baliku

Rumah adat ini merupakan peninggalan bersejarah zaman Kesultanan Banjar. Dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal Warit Raja atau gairs keturunan raja. Inilah rumah yang dijadikan tempat tinggal para calon pengganti raja. Uniknya, bagian konstruksi atap rumah Gajah Baliku berbenduk perisai, sementara untuk lantainya dibuat datar.

Baca Juga : Keragaman Rumah Adat NTT NTB

5. Rumah Adat Kalimantan Selatan Lanting

Rumah Lanting

Rumah Lanting merupakan rumah adat yang berdiri di atas permukaan sungai atau danau. Di wilayah Kalimantan Selatan sebagian berada di wilayah sungai, sehingga rumah adat yang mereka tempati berada di atas aliran sungai, danau atau rawa.

Pondasi bangunan ini menggunakan susunan kayu yang mengapung. Karena berada di atas permukaan air, rumah Lanting kerap terombang-ambing saat terkena gelombang air.

6. Rumah Joglo Gudang

Rumah Joglo Gudang_Marabahan Kalimantan Selatan

Selanjutnya, rumah adat Joglo Gudang yang disebut juga sebagai Limasan Gudang. Masyarakat Kalimantan juga sering menyebut sebagai Rumah Bulat, sama seperti rumah adat yang berada di Kalimantan Barat. Ciri utama dari rumah adat ini adalah bentuk trapesium pada bagian atapnya. Hal tersebut membuat rumah adat Joglo Gudang terlihat seperti piramida.

Ada hal yang cukup menarik dari susunan rumah Joglo Gudang, dimana atapnya tersusun atas 3 limas berderet ke belakang dan terdapat tambahan atap limas berukuran kecil di bagian paling belakang, biasanya berada di area dapur.

Rumah Joglo Gudang dibuat dengan bahan utama kayu, seperti pada rumah adat umumnya. Rumah adat ini dibagi ke dalam beberapa ruangan yaitu serambi sambutan, serembi setengah terbuka (pamedangan); ruang tamu (panurunan); ruang dalam (panampik); dan dapur (padapuran).

7. Rumah Adat Kalimanatan Bangun Gudang

Rumah Bangun Gudang

Rumah Bangun Gudang memiliki ciri dimana atap rumah menggunakan atap perisai dan serambi pemedangan berukuran kecil dibagian tengahnya. Rumah adat Kalimantan Selatan yang satu ini memiliki 3 pintu masuk yaitu berada di bagian tengah, kiri, dan kanan, serta miliki tangga masuk yang terletak di muka atau depan.

**

Itulah keunikan dan ciri khas rumah adat Kalimantan Selatan yang merupakan peninggalan nenek moyang. Walaupun sudah berada dalam zaman modern, namun rumah adat ataupun kebudayaan Kalimantan Selatan masih dilestarikan dengan baik.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *