Menyingkap Tabir Keunikan Rumah Adat Bali (2019)

Rumah Adat Bali – Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dijadikan sebagai destinasi wisata terbaik. Tak hanya keindahan alam yang menakjubkan, pulau ini dikenal dengan kebudayaannya yang masih kental. Mulai dari pakaian, upacara keagamaan dan adat, kesenian, hingga rumah adat.

Dengan keragaman keindahan dan kebudayaan tersebut, tak heran jika banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Masyarakat Bali juga dikenal dengan sikap yang menjaga kebudahaan daerah warisan leluhur. Walaupun sudah mendapatkan banyak pengaruh kebudayaan dari luar, kebudaayaan di Bali masih terjaga kelestariannya.

Dari sekian banyak budaya yang ada, artikel kali ini akan membahas tentang rumah adat yang ada di Bali. Pulau ini memiliki rumah adat yang berbeda-beda dengan keunikannya masing-masing. Setiap rumah ada memiliki struktur bangunan dan ruangan yang berbeda-beda dan memiliki fungsi atau makna yang berbeda pula. Berikut penjelasannya.

Bangunan Rumah Adat Bali

Arsitek yang membangun rumah adat Bali memiliki panduan tersendiri dalam proses membangunnya. Nah, berikut ini beberapa bangunan rumah adat Bali yang diciptakan oleh para arsitek terdahalu.

  1. Bangunan Angkul-Angkul

Bangunan Angkul-Angkul Pada Rumah Adat Bali

Angkul-angkul merupakan bangunan yang mirip dengan gapura pintu masuk. Jika berkunjung ke Bali, Anda akan menemukan beberapa tempat yang memiliki Angkul-angkul. Bangunan ini menjadi ciri khas pulau Bali, karena banyak dijumpai disana. Yang membedakan dengan angkul-angkul lain adalah adanya atap di atas bangunan ini.

  1. Bangunan Aling-Aling

Bangunan aling aling rumah adat bali indonesia

Bangunan selanjutnya yang masih berkaitan dengan Angkul-angkul yaitu Aling-aling. Bangunan ini menjadi pembatas antara Angkul-angkul dengan pekarangan ruangan yang biasanya sebagai tempat suci atau keramat. Bangunan ini juga memiliki makna tersendiri yaitu menarik hal-hal positif ke dalam rumah.

  1. Bangunan Sanggah Rumah Adat Bali

Bangunan Sanggah Rumah Adat Bali

Bali dikenal dengan tempat-tempat suci dan keramat, salah satunya Bangunan Sanggah. Bangunan tersebut disebut juga dengan Pamerajaan atau dikenal juga dengan sebutan Paru Keluarga yang dibangun di sebelah timur rumah.

Fungsinya sebagai tempat sembahyang atau berdoa oleh umat Hindu. Penghuni rumah akan melakukan sembahyang sehari-hari bersama anggota keluarganya di ruangan tersebut.

Baca : Keragaman Rumah Adat NTT dan NTB

  1. Bale Dauh (Bale Tiang Sanga)

Bale Dauh (Bale Tiang Sanga)

Bangunan ini cukup unik karena memiliki jumlah tiang 9. Sembilan dalam bahasa daerah disebut dengan istilah sanga. Ini merupakan rumah adat yang digunakan untuk menerima tamu yang datang.

Salah satu yang menjadi daya tark dari Bale Dauh yaitu ukiran kayu yang menghiasi bangunan. Bale Daun atau Bale Tiang Sanga ini dibangun di sebelah Barat dengan ukuran persegi panjang. Anda akan menemukan patung yang berada di setiap ruangan Bale Dauh.

  1. Bale Sakepat

Bale Sakepat Rumah Bali

Ini merupakan bangunan adat yang terdiri dari empat tiang penyangga. Bangunan ini sebenarnya diadopsi dalam bangunan ere modern yaitu Gazebo.

Bangunan ini dibangun oleh Udagi yang atapnya berbentuk limas atau pelana. Bagian atap menggunan jerami ataupun genteng. Biasanya, bangunan ini akan digunakan sebagai tempat berkumpul para anggota keluarga.

  1. Bale Gede

bale gede bali - rumah adat indonesia

Seperti namanya “Gede” atau besar, bangunan ini memiliki ukuran cukup besar dan dianggap sebagai bangunan paling mewah, dari bale-bale lain yang sederhana.

Hal ini karena Bale Gede merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat melakukan upacara adat atau acara sakral bersama oleh masyarakat sekitar. Masyarakat akan berkumpul di dalam Bale Gede dan mempersembahkan sesaji kepada leluhur serta melakukan upacara adat.

  1. Jineng Klumpu Rumah Adat Bali 

Jineng Klumpu Rumah Adat Bali 

Bangunan selanjutnya yang cukup unik adalah Jineng. Ini merupakan sebuah bangunan khusus yang digunakan sebagai tempat penyimpanan padi atau gabah oleh masyarakat Bali. Bangunan ini dikenal juga dengan sebutan Klumpu dengan ukuran kurang lebih seperti Bale Sekepat, tidak terlalu besar.

Penduduk Bali biasanya akan penyimpan padi dalam dua tempat di bangunan tersebut. Padi yang masih basah akan di sempan di kolong bangunan, sedangkan padi yang sudah kering disimpan di atas ruangan.

  1. Bangunan Paon Bali

Bangunan Paon Rumah Adat Bali

Bangunan ini merupakan tempat untuk memasak atau dapur. Rumah adat juga dilengkapi dengan dapur atau yang dikenal dengan istilah Paon oleh masyarakat Bali. Biasa di tutup dengan gedhek (tembok anyaman bambu). Bangunan ini diletakkan di belakang rumah adat.

  1. Rumah Adat Bale Meten

Bale Meten Manten Bali

Terakhir, yang juga menjadi ciri khas rumah adat di Bali yaitu Bale Manten. Bangunan ini merupakan bangunan khas Bali yang diperuntukkan bagi anak perempuan maupun kepala keluarga. Bangunan ini diletakkan di sebelah timur rumah dan berbentuk persegi panjang. Terdapat dua ruangan bale yang terdapat di sebelah kanan dan kiri.

Unsur Terpenting dalam Rumah Adat Bali

Ternyata ada beberapa unsur terpenting yang dijadikan patokan dalam pembangunan rumah adat, diantaranya:

  • Patokan Pembagian Ruang

Seperti telah dibahas sebelumnya, setiap rumah adat memiliki bangunan dengan ruangan yang berbeda-beda fungsinya. Pembagian ruang atap atau bangunan ini didasarkan pada arah atau letak bangunan.

Masyarakat Bali memiliki panduan sudut dalam pembangunan bangunan, yaitu sudut Timur dan Utara merupakan sudut yang lebih suci dibandingkan sudut Barat dan Selatan. Itulah sebabnya, beberapa bangunan suci atau untuk kegiatan sembahyang diletakkan di sudut Timur atau Utara, seperti Bangunan Sanggah untuk sembahyang.

  • Aturan Gapura Candi Bentar

Baik Gapura Candi Bentar maupun rumah adat berbentuk segi empat, di dalamnya mempunyai bangunan lain yang dikelilingi oleh sebuah tembok. Tembok tersebutlah yang memisahkan lingkungan di dalam rumah dengan lingkungan luar.

  • Material Bangunanan

Tak hanya bentuk bangunan yang unik dan beragam, material yang digunakan penduduk Bali untuk membangun rumah adat tersebut cukup unik sesuai dengan golongan sosial dan kondisi ekonomi. Untuk golongan bangsawan, biasanya membangun rumah tersebut dengan menggunakan bahan batu bata sebagai pondasi yang lebih kuat.

Sedangkan, bagi masyarakat biasanya, umumnya menggunakan bahan peci yaitu bahan bangunan yang dibuat dari tanah liat. Sementara untuk bagian atapnya, bangunan adat di Bali tersebut menggunakan genting.

Nah, itulah beberapa macam bangunan rumah adat Bali dengan keunikan dan maknanya yang berbeda-beda. Setiap rumah adat daerah, termasuk rumah adat di Bali memiliki nilai sejarah peninggalan leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Baca : Filosofi Rumah Adat Maluku yang Begitu Aneh

Keunikan dan Filosofi Rumah Adat Bali

Bangunan aling aling rumah adat bali indonesia

Bila dilihat dari bentuk fisiknya, rumah-rumah adat Bali sudah masuk cerminan dari nilai-nilai keagamaan Hindu khususnya. Karena masyarakat Blai juga didominasi oleh agama Hindu. Secara filosofi artsitek maupun arti visual struktur bangunan maupun keberagaman sekitarnya.

Ada beberapa rupa yang sangat menonjolkan akan rumah adat Bali cenderung seperti sebuah candi. Pertama, relief ukiran dimensi yang menyerupai candi. Kedua, pintu masuk gapura yang dibuat juga menyerupai gerbang masuk candi. Kemudian anak tangga dan pintu rumahnya pun juga demikian rupa.

Bila masuk ke dalamnya. Anda akan disuguhkan beberapa ornamen dan properti rumah yang sangat mengunggulkan tradisional masyarakat Bali. Di depan rumah adat Bali, ada sebuah tempat yang biasanya digunakan untuk sembahyang.

Tempat ibadah masyarakat Hindu Bali lainnya juga berada di bangunan yang disebut Sanggah dan Pamejaran. Tempat ini biasa dipenuhi sesaji setiap harinya sebagai bentuk peribadahan.

Keberadaan tempat untuk beribadah tersebut dikarenakan oleh kuatnya masyarakat Bali dalam memegang erat falsafah Asta Kosala Kosali. Falsafah ini berisi mengatur hidup masyarakat Bali tentang hubungannya dengan Tuhan, hubungannya dengan manusia lain dan hubungannya dengan alam.

Unik juga kan rumah adat Bali. Mungkin bagi Anda yang baru saja tahu macam jenis bangunan rumah adat Bali akan lebih baik lagi bila mempelajarinya lebih dalam. Agar tetap cinta pada budaya tradisional.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *