Pantai Krakal Gunung Kidul Yogyakarta

Pantai Krakal Gunung Kidul Yogyakarta

Lokasi tepatnya Pantai Krakal di Desa Ngestirejo, Kec. Tanjungsari, Kab. Gunung Kidul. Menjadi pusat dan ikon pantai Gunung Kidul, monumen ikan diatas krakal menjadi bukti khas dari pantai karang ini.

Terletak ditengah-tengah antara pantai lain seperti sundak, syawal dan disisi kanan krakal terdapat pantai sepanjang dan watukodok.

Lika liku jalan menuju pantai krakal sudah memberikan gambaran kecil pantai tersebut. Naik turunnya jalan dan kontur tanah yang berkelok menjadi image sendiri bahwa krakal di bentuk dari tumpukan bebatuan kapur keras dan di sejajari dengan batu karang yang kuat yang membuat tanah berkelok naik turun.

Bagi traveller yang suka Surfing, akan bisa melakukan surfing. Karena tiupan ombak dari laut selatan di pantai Krakal cukup sedang, dan sangat recomended bagi surfer pemula.

Biota lautan yang bervariasi di pinggiran laut juga menghiasi ombak kecil di bibir pantai. Terkadang wisatawan menemui ubur-ubur, cacing laut, molussca, hewan laut berkarang, mentimun laut (echimodermata) rumput laut dan lainnya.

Panorama Bibir Pantai Krakal

ngecamp di pantai krakal gunung kidul
@google

Setelah sampai di bibir masuk pantai. Kami disuguhkan  bentangan pasir putih dari penjuru timur sampai barat yang terlihat alami apik bagi penglihatan sepasang mata. Terlebih bila dilihat dari atas karang ikon krakal.

Sejarah pantai krakal. Nama “KRAKAL” memiliki arti batu-batuan yang tersebar. Pantai ini secara sengaja  diberi nama Pantai Krakal guna memudahkan dalam penyebuannya nama. Di kelilingi bebatuan di putaran pantai membuat nya disebut pantai kerakal.

Namun yang terlihat pada kami hanya gemerlap lampu dari para nelayan dan orang-ornag sekitar pantai. Karena kami sampai tujuan sudah terlarut malam. Yakni pukul 22.30 WIB.

Ngecamp Pantai dimulai. Dengan bergegas kami mulai memarkirkan motor di pinggir pantai. Menurunkan motor dari perbukitan karang untuk di bawa ke daerah berpasir pantai. Dengan cara distir satu orang dan yang lain mendorong motor tersebut. Kondisi pasir pantai lah yang membuat ban motor mudah selip. Untuk itu perlu dorongan dan tenaga lebih.

Sebagian dari kami pun ada yang bergegas mendirikan tenda dan sesegera mungkin menyalakan api unggun agar suasana lebih hangat dan lebih terang.

Ngopi Bahas_in Doi Di Pantai Krakal

Ngecamp di pantai gunung kidul
@pixabay

Yang biasanya nongkrong ngopi di Angkringan. Kali ini tongkrongan kami lebih asyik, sekali-kali di pantai biar tambah sahdu.

Dengan api unggun yang telah berkobar aku mulai menaruhkan teko diatas api dengan sandaran batu seadanya. Setelah 5 menit aroma kopi hitam pun mulai menyesaki hidung kami. Tanpa babibu basa basi langsung kami menuangkan kopi matang tersebut ke gelas.

Sembari menunggu kopi agak hangat kami juga membakar singkong untuk makan malam kali ini. Sederhana namun menyenangkan bila dimakan bersama teman rasa keluarga. Bicara tanpa henti tawa ceria menghiasi malam ini. Dari bahas si doi hingga sekolah di luar negeri.

Gigitan singkong yang membekas di langit-langit bibir mengundang tawa satu sama lain. Langit tak berbulan kali ini menandakan kalau hari ini masih diawalan bulan. Hanya para bintang yang memberi suasana langit kali ini.

Angin yang menembus jaket kami membuat bergetar bulu tangan dan kaki. Tiupan dari laut selatan kali iini sangat deras. Suara ombak berbisik membuat kami sedikit terdiam dari canda dan tawa. Kondisi sesaat menjadi agak keruh, cengang sebab ombak yang membesar membuat kami semua berpikir-pikir.

Bahwa kita semua bukan siapa-siapa, hanya manusia kecil yang banyak sombong dan tak taat aturan. Pikir diri, apa daya diri kita bila disapu oleh ombak besar dari Yang Maha Besar. Suatu hal yang mudah bila kesombongan dan kekufuran kita dilenyapkan tanpa sepeser pun.

Ombak besar yang beberapa kali menyapu di sisiran pantai Krakal malam itu membuat kami berpikir ulang. Sungguh Maha Besar Allah SWT atas semua kehendakNya. Dan hal tersebut mengajarkan kepada kami bahwa dimanapun berada wajib ingat dan selalu mengucap kata doa, agar sealu dalam rahmat-Nya.

Detik demi detik ombak besar pun menghilang. Sungguh benar apa kata orang sekitar pantai selatan. Bahwa ombak pantai selatan dapat mendekatkan diri kita kepada Sang Rabb semesta alam. Dengan cara mengingatnya ketika melihat hembusan besar dari lautan yang indah dan menyeramkan.

Bermalam Dengan Beralas Pasir Berselimut Awan

bermalam di pantai gunung kidul
@webportalgunungkidul

Angin dingin semakin deras membuat kami memutuskan untuk mulai pindah ke dalam tenda. Angin yang membesar di waktu malam menandakan bahwa waktu telah berganti dari hari sabtu menjadi minggu, yakni tepatnya pukul 00.01.

Ketua rombongan kami, si Tupan dengan segera mengambil sedikit air laut untuk mematikan api unggun dan ikut tidur. Hal yang wajar bagi sang Kapten, dia berotot dan berbadan besar. Dia tahan dingin dan sangat terbiasa dengan tidur di luar. Untuk itu ia lebih suka di luar tanda daripada di dalam tenda yang dianggapnya lebih pengap sulit napas.

Kami hanya menyewa 2 tenda kecil. Dalam satu tenda kami isi dengan 3 orang. Hanya Kapten yang tidak didalam, dengan alasan ingin berjaga dan merasakan bermalam di alas pasir dan berselimut awan. Tak lupa kami minum air putih sebelum tidur agar peredaran sisa kopi di usus-usus yang telah kami minum tadi tidak mengganggu ginjal dalam bekerja.

Setelah 15 berlalu semua di dalam tenda sunyi, semua tertidur lelap. Dengan iri hati dengan Kapten, aku pun juga ingin merasakan tidur di luar tenda. Dengan pelan aku keluar tenda dan ikut tidur beralas tikar kecil yang berlumur pasir-pasir. Dan ternyata Kapten Tupan juga telah tertidur. Mungkin karena dialah yang dari tadi sebelum berangkat sibuk sana sini menyiapkan perjalanan kami.

Tak lupa kupanjatkan doa sebelum tidur ku dengan tambahna doa dzikir lainnya agar sebagai wasilah keselamatan dunia akhirat kami. Suara desas desus dalam 10 menitan ringan angin pantai telah membuatku terlelap pula.

Singkat tulis, karena bila tidur ini saya ceritakan hanya ada mimpi dan suara tenggorokan kering alias ngorok. Hehe

Alarm ku pun berbunyi dan yang terbangun pertama adalah Kapten. Ia segera membangunkan semua teman-teman dan segera mengajak sholat malam di dekat pantai. Sembari menunggu datangnya subuh kami juga memakan cemilan ringan dan cerita tentang masa depan atau pun masa galau alay dahulu kala.

Pesona Luar Biasa Pantai Krakal Gunung Kidul Yogyakarta

kapten di pantai krakal gunung kidul
foto diambil ketika sang kapten bermain pasir @damainesia

Maha Suci Allah, Sungguh luar biasa ciptaannya. Setelah sunrise, matahari terbit kami disuguhkan oleh pemandangan terbitnya matahari dari arah timur yang telang mengintip di balik karang-karang lautan. Warna orange menghiasi sebagian langit-langit seakan dalam sebuah film holiwood yang baanguntidur langsung lihat pemandangan keren di balik cendela rumah.

Kami pun tak menyayangkan moment sunrise di pantai krakal tersebut. Kami mendokumentasikannya ke dalam file foto kami. Agar bisa jadi kenangan waktu tua kelak, untuk cerita anak istri bahkan cucu nanti. Dan menceritakan kepada mereka tentang arti kebersamaan dalam kebaikan. Sahabat teman yang mengajak berbuat dan bertindak yang bajik dan bijak.

Boleh pergi sejauh mungkin namun pilihlah teman yang dapat mengingatkan mu dalam beribadah mengingat Sang Pemilik Hari Pembalasan.

Sunrise dan Sunset Pantai Krakal

pantai krakal gunung kidul
@ss.youtube

Waktu telah menunjuk pukul 06.00 , matahari telah nampak sempurna. Pantai keindahan pantai selatan telah nampak lebih sempurna dari semalam.Pasir putih yang telah berkilau menyergap kaki-kaki kami. Karang yang mengelilingi pantai telah menghijau memenjakan mata dengan tumbuhan yang tumbuh di sekelilingnya.

Biota laut pun mulai nampak. Kami pun juga segera nampak, nampak basah karena hembusan ombak laut. Berenang kesana kemari mencari hewan laut, rumput laut udang dan ikan kecil.

Singkat cerita kami menghabiskan waktu pagi hingga sore hari di sekitar Pantai Kerakal Gunung Kidul. Tak lupa pula kami nikmati masakan-masakan sederhana kami di depan tenda.

Hingga sore hari tiba kami menunggu suasana sore untuk melihat kembali keindahan matahari tenggelam, sunset dari pesisir pantai.

Meski hanya dengan biaya tiket masuk pantai krakal Rp 10.000 per orang kami disuguhkan banyak keindahan yang telah terjabar di paragraf pembukaan dan tersusur pula pada cercaan cerita ku diatas.

Yang inti akhir cerita di Pantai Krakal ini adalah satu, Dimanapun kalian pergi selalu ingat akan keesaran Tuhan Semesta Alam. Dan tak lupa selalu bersyukur dengan kondisi kita sekarang yang dapat menikmati liburan. Karena banyak pula mereka yang masih jarang berlibur, maka hiburlah mereka.

Kedua, Krakal termasuk pantai rekomendasi untuk ngecamp bareng temen dekat keluarga Anda. Disamping murah dan terdapat beberapa spot lokasi strategis dalam mendirikan tenda, krakal juga rame wisatawan lokal mupun asing di siang harinya.

***

Sekian.

Baca juga artikel kami yang lain. Liburan Sehari Semalam di Kota Kembang klik disini.

Semoga bermanfaat. Maaf tata bahasa dan gaya penulisan yang agak memberatkan pembaca. Karena saya masih dalam tahap pemula belajar.

Tinggalkan komentar