Pakaian Adat Solo yang Tetap Estetis Hingga Sekarang

Pakaian Adat Solo yang Tetap Estetis Hingga Sekarang

Anda pernah berlibur ke Solo? Jangan pulang dahulu kalau Anda belum membeli kenang-kenangan berupa pakaian adat Solo. Ada banyak tempat wisata seperti keraton hingga alun-alun yang bisa Anda kunjungi di kota yang populer dengan kebudayaannya yang masih lestari hingga saat ini tersebut.

Tidak hanya memiliki tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi, Kota Solo juga menjadi kota yang kental dengan budaya Jawa mulai dari bahasa, adat, dan budaya. Yang perlu Anda ketahui adalah pakaian adat yang perlu Anda mliki ketika berkunjung ke Kota Solo sebagai berikut.

Table of Contents

Kebaya Pakaian Adat Solo

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan pakaian adat yang satu ini yang bernama kebaya. Jadi pakaian adat di solo di bagi menjadi dua, yang satu untuk pria dan yang satu untuk wanita. Kebaya ini dipakai oleh wanita solo sebagai pakaian adat yang sudah digunakan sejak zaman dahulu.

kebaya yang menjadi kebanggaan masyarakat kota solo tersebut dapat di cirikan dengan kecantikan. Semua aksesoris yang digunakan pada baju kebaya dapat membuat si pemakai menjadi terlihat lebih cantik. Mulai dari bahannya yang bisa berasal dari kain sutera, beludru dan juga nylon.

Kalau Anda menelusuri lebih dalam tentang sejarah kota solo, tentu Anda akan mengenal lebih dalam tentang penggunaan kebaya di masa lalu. Terdapat banyak susunan pakaian yang harus dikenakan seperti kemben, stagen, kain tapih pinjung, kemudian baru kebaya. Belum lagi kalung, cincin dan aksesoris lain.

Jawi Jangkep

Pakaian adat yang kedua disebut dengan Jawi jangkep, yang dikenakan oleh para putra Solo. Anda langsung bisa melihat betapa khasnya pakaian ini ketika di pakai. Atasan menggunakan baju beskap khas Solo, dengan bawahan berupa kain tapih yang menggunakan kain jarik.

Pakaian jawi jangkep ini bisa Anda temukan ketika pergelaran kebudayaan Solo. Misalnya, saat pergelaran wayang kulit, Anda bisa temukan para pemain alat musik khas jawa tengah seperti gong, bonang, siter dan alat musik lain yang semuanya menggunakan pakaian Jawi Jangkep tersebut.

Selain menjadi pakaian untuk pegelaran budaya, Jawi Jangkep juga identik dengan pakaian keraton

Meskipun begitu, Anda juga bisa mengenakan pakaian tersebut dengan kelengkapan seperti atasan beskap, bawahan kain tapih, lengkap dengan aksesoris berupa blangkon, keris, hingga alas kaki khusus.

Beskap

Beskap dikenakan oleh kaum laki-laki yang tentu saja bisa menarik perhatian kaum perempuan atau putri sebagai efek dari pakaian tersebut. Bahkan pakaian tersebut tidak hanya sebagai pakaian adat saja, tetapi juga digunakan oleh lembaga maupun perusahaan tertentu.

Ketika Anda mendengar kata beskap, tentu Anda akan teringat oleh satu nama yaitu Jokowi. Iya, begitu Anda melihat biografi Pak Jokowi, tak jarang Anda akan melihat pakaian tersebut dikenakan oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut. Wajar saja, beliau pernah menjabat sebagai Walikota Solo.

Pakaian adat berupa beskap ini sudah ada sejak zaman kerajaan. Satu hal yang unik dari pakaian ini adalah gaya atau desain yang dipilih. Ternyata, terdapat perbedaan dari pakaian surjan. Beskap memiliki gaya yang sedikit Belanda. Dalam bahasa belanda, pakaian tersebut dinamai beschaaf.

Surjan

Pakaian adat yang selanjutnya bernama surjan. Pakaian yang satu ini begitu istimewa bahkan seorang Raja pada masa itu pun menggunakannya. Surjan bisa digunakan siapa saja yang berada di kerajaan karena memiliki cara tersendiri untuk membedakan pangkat sang pemakaian busana tersebut.

Kalau surjan yang Anda pakai memiliki motif bunga atau yang disebut motif ontrokusuma, berarti Anda memiliki gelar bangsawan. Tetapi kalau surjan Anda bermotif lurik, berarti gelar Anda masih di bawahnya. Kalau Anda belajar di universitas di Solo, tentu Anda bisa belajar lebih tentang gelar-gelar tersebut.

Rasanya kurang lengkap kalau hanya cukup memakai surjan saja. Adapun pasangan dari surjan adalah basahan yang dipakai oleh wanita karena merupakan pakaian wanita. Saat ini, andamungkin akan lebih sering melihat baju wanita tersebut saat acara pernikahan dengan adat Solo.

Kanigaran

Kebiasaan orang zaman dahulu yang masih dilestarikan hingga sekarang sering disebut dengan adat atau budaya. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah menggunakan kanigaran. Corak Solo yang kental dapat Anda lihat di pakaian adat yang satu ini.

Bisa jadi cara untuk melestarikan budaya, kini kanigaran juga lebih mudah ditemukan ketika acara pernikahan dengan adat Solo. Pernikahan memang menjadi suatu momen yang sakral bagi pengantin dan bisa menjadi ajang untuk melestarikan pakaian adat kanigaran dari Solo ini.

Padahal, menurut sejarah pakaian yang bernama kanigaran ini adalah pakaian yang di buat khusus untuk bangsawan. Tetapi, karena sistem Kerajaan Solo kini tidak sebesar dahulu, maka beberapa pakaian bangsawan kini telah menjadi pakaian adat yang harus dilestarikan.

Basahan

Sudah disinggung di awal, pakaian adat solo yang selanjutnya disebut basahan. Basahan tidak hanya dipakai khusus untuk kamu wanita saja. Tetapi, dikatakan bahwa meskipun pakaian tersebut berasal dai zaman kerajaan, tetapi harus diakui basahan memiliki nilai estetika yang tinggi.

Menurut sejarah, busana atau pakaian dengan nilai tata rias yang tinggi tersebut tidak boleh dipakai oleh sembarang orang. Hanya golongan dari anak raja yang diperbolehkan menggunakannya. Wajar saja kalau pakaian tersebut sampai sekarang masih diakui sebagai pakaian dengan nilai estetika tinggi.

Deskpsi untuk pengantin wanita yang menggunakan pakaian berupa basahan ini adalah terlihat lebih cantik dan anggun. Bukan bermaksud melanggar aturan kerajaan di zaman dahulu, tetapi menggunakan basahan untuk pakaian pengantin wanita bisa menjadi salah satu cara untuk melestarikan pakaian adat.

Batik

Rasanya ada yang kurang kalau berbicara tentang Kota Surakarta, tetapi belum menyinggung batiknya. Sebagai kota budaya, Kota Solo juga menjadi kota yang terkenal dengan budaya pakaian batik. Jadi, salah satu kota dengan batik yang khas berada di Jogja Jawa Tengah, tepatnya di Kota Solo.

Untuk mengenal batik Solo, Anda bisa melihat dari motif yang dipakai. Ada banyak macam motif batik di Indonesia. Kalau Anda sudah mengenal batik Solo lebih dekat, Anda bisa langsung mengerti bahwa batik yang Anda gunakan adalah batik yang berasal dari Kota Solo.

Batik Solo tentu semakin populer dengan adanya trend. Namanya juga trend, ada banyak pilihan desain batik dan pesona batik yang bisa dimunculkan. Batik Solo bisa dengan mudah dibuat untuk atasan, bawahan, rok, dan aksesoris pakaian lainnya yang menambah estetika penampilan Anda.

Jarik

Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa jarik merupakan pakaian tradisional yang sudah ada sejak zaman nenek moyang Jawa pada umumnya. Banyak generasi nenek Anda yang masih menggunakan jarik dari berbagai jenis sebagai pakaian sehari-hari yang masih digunakan bahkan hingga saat ini.

Terdapat filosofi unik dari jarik. Jarik berkata dari kata ja dan rik, yang dalam bahasa jawa disebut ojo sirik. Arti dari kata tersebut adalah jangan iri, artinya dengan menggunakan jarik Anda tidak perlu iri hati dengan apa yang dimiliki oleh orang lain.

Tinggalkan komentar