Menikmati Liburan Di Bandung Sehari Semalam

Liburan Di Bandung Sehari Semalam Untuk Belajar – Pada artikel sebelumnya saya telah membahas mengenai liburan di Yogyakarta. Untuk kali ini akan kubahas wisata ke Kota Kembang.

Sebagai seorang pelajar,  tugas utama saya adalah belajar mencari ilmu. Pelajaran pun tak hanya saya dapat dari kelas saja. Banyak pelajaran-pelajaran yang harus saya praktikkan pada kehidupan saya pribadi dan di kehidupan masyarakat pada umumnya.

Dalam tulisan kali ini akan ku ceritakan sedikit pengalaman dari perjalanan study tour SMA tepatnya Akhir semester liburan di Bandung . Belajar sambil bersenang-senang.

Sebulan sebelum ke berangkatan Wisata Bandung. Sudah terjadikesepakatan antara Wali Murid dengan para Guru, bila liburan disepakati guna untuk mencari tau kehidupan Pesantren dan pembelajaran kehidupan masyarakat Bandung.

Jadi, disaat melakukan wisata liburan para siswa-siswi diwajibkan melakukan wawancara kepada pihak wewenang tujuan wisata untuk dituliskan di Artikel Karya Ilmiyah tentang lingkungan sekitar dan kehidupan bermasyarakat di sana.

Piknik Study Tour SMA

Tepatnya pada hari Jumat sepulang sekolah aku mulai mempersiapkan bekal pemberangkatan. Meski keberangkatan masih besok sore, saya berusaha siapo agar tidak tergesa-gesa. Bekal pakaian ganti, handphone, charger dan snack untuk ngemil ketika di perjalanan.

Untuk keselamatan dan ketahanan tubuh saat di dalam bus saya masukan beberapa antimo di dalam tas gendong. Selain itu, ibu saya juga menyiapkan jaket untukku pakai bila suhu dingin menghampiri Kota Kembang. Kan gak menentu cuaca saat itu, kadang hujan kadang panas.

Berangkat Dari Sekolahan

liburan di bandung seharian
@pexels,com

Sabtu sore jam 16.30 di depan SMA Swasta Surakarta. Berbondong-bondong siswa kelas XI memenuhi halaman sekolah. Wajah ceria menghampiri kami. Canda tawa gembira menghambiri hati kami hari ini.

Diantar oleh Ayah saya ke sekolah sore itu. Ku jabat dan cium tangannya seraya meminta doa restu darinya agar selamat sampai tujuan dan dapat kembali dengan sehat. Tak lupa ku titipkan salam untuk ibu yang tidak dapat mengantarku.

Setelah lengkap siswa guru telah berkumpul, kami di-briefing agar tertib ketika liburan ke Bandung. Mulai lah kami serombongan mulai menaiki bus dan memulai perjalanan.

Mampir Ke Pompes Suryalaya Tasikmalaya Sebelum Ke Bandung

ponpes suryalay waktu liburan di bandung
ilustrasi masjid – image by @pexels

Atas izin dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa perjalanan kami aman dan nyaman hingga sampai di Kabupaten Tasikmalaya. Sesampai di Tasikmalaya kami dihampirkan di sebuah Pondok Pesantren Suryalaya, Jawa Barat.

Di pesantren yang terkenal dengan “inabah” yakni sebuah progam rehabilitasi pecandu narkoba metode dzikir kami rehat sejenak. Karena waktu masih menunjukkan pukul 03.00 pagi.

Meletakkan perbekalan dan bermalam di emperan masjid besar Suryalaya. Meski sebentar hal itu membuat saya lebih rileks sebab semalam full duduk di bangku bus.

Setelah adzan subuh berkumandang kami menjumpai banyak warga dan para santri pesantren yang memenuhi masjid. Kami semua mendirikan sholat secara berjamaah yang diimami para sesepuh pondok.

Banyak perbedaan yang saya lihat di Pesantren Suryalaya, disana para warga diajarkan dzikir berjamaah setelah sholat agar fokus khusyuk guna lebih dekat bersama ALLah SWT.

Baca juga : Liburan ke Pantai Gunung Kidul Yogyakarta

Seusai dzikir jamaah saya segera bersiap-siap melakukan study tour ke para elemen pesantren. Mulai dengan mandi kemudian sarapan bubur ala pondok membuat mata melek, saking enaknya.

Di padepokan Guru Suryalaya kami para siswa dan guru SMA diceritakan kisah sejarah dari Ponpes Rehabilitasi Di Tasikmalaya tersebut secara runtut. Tapi maaf tidak bisa saya ceritakan detail disini, karena sangat panjang. Hehe. Baca saja sejarahnya di wikipedia atau alamat FB ponpes suryalaya.

Pukul 8 pagi kami diajak ke tempat rehabilitasi para narkotika dan para pasien penyakit psikolog lainnya. Tak baca bicara dan tak banyak tanya, diriku hanya diam mendengarkan penjelasan para ustadz, santri dan perawat di tempat rehab tersebut.

Bermuka pucat dan badan lemas, para pecandu membuat banyak siswa takut menghampiri di kamar-kamar pasien.

Singkat cerita , setelah selesai dari tempat rehabilitasi. Kami segera mungkin pamit kepada kepengurusan pesantren dan melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Eits, tak lupa kami perwakilan dari SMA Swasta Surakata menyampaikan terimakasih kepada pihak Pesantren atas penyambutan dengan baik atas kedatangan kami.

Merasakan Suasana Liburan Di Bandung

Berlanjut ke Paris Van Java . Entah karena acara study tour yang ditetapkan oleh sekolah hanya satu pilihan yaitu ke Bandung. Yang terpenting bagiku adalah hari ini hari pertama menapakan kaki pertama di Kota Kembang ini.

Kata banyak orang sih Bandung lebih adem dari Jakarta dan Solo. Ternyata mereka berkata jujur, gak se-hoax berita FB.

Tangkuban Perahu Bandung

gunung tangkuban perahu kawah ratu liburan wisata di bandung
@wisatamu.com

Tiba di Bandung langsung ke gunung waow, seberapa dinginkah?

Gunung Tangkuban Perhau. Jarak tempuh dari pusat Kota Bandung sekitar 20 km. Memiliki ketinggian 2084 meter dari permukaan laut.

Untuk melanjutkan perjalanan ke puncak gunung, bus yang kami gunakan tidak mampu naik karena kondisi jalan yang masih kecil. Untuk itu kami harus oper ke mobil Van yang telah disediakan untuk para wisatawan. Entah permobil berapa bayarnya saya lupa. Hehe

Rimbunan pohon pinus menyelimuti hutan di sepanjang jalan menuju kawah putih Tangkuban Perahu. Lava sulfur belerang mulai menyengat hidungku ketika terlihat kerumunan banyak orang di atas gunung. Oh, ternyata sudah sampai puncak kawah.

Pemandangan alam yang dingin berselimut hangatnya sulfur membuat kesan unikk bagi Tangkuban Perahu. Karena jarang gunung aktif berlava dapat dikunjungi wisatawan meski hanya unutk berselfi, berfoto bersama sang kawah putih.

Langit terlihat mendung oleh peluk sulfur yang terbang menjulang vertikal. Spot selfie dapat saya lihat dibeberapa titik, mulai dari yang diperbolehkan sampai yang dilarang berselfi di area tertentu.

Puluhan kuda juga disiapkan untuk pengunjung yang ingin menikmati indahnya pemandangan pucuk gunung dengan naik kuda. Banyak para pedagang miniatur dan buah tangan kawah tangkuban perahu yang telah bernegosiasi dengan calon pembeli. Dengan bisik batinku “Semoga laris Pak”.

Sungguh keliling tanpa tujuan itu  melelahkan. Perjalanan yang cukup lama karena hampir semua spot telah kami coba untuk berfoto. Hal tersebut membuat perut berteriak “Aku mulai lapar”. Langsung tanpa nego panjang saya bersama beberapa teman saya makan di warung dekat parkiran mobil Van pengantar kami.

Dibalik capek dan lelahnya kami menakhlukkan spot foto tangkuban perahu. Kami terhibur dengan pesona luar biasa Tangkuban Perahu ciptaan Allah Yang Maha Kuasa.

Singkat kata, kami serombongan kembali melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya dengan bus awal dari Solo. Oh ya dari tadi saya belum cerita berapa orang yang ke Bandung. Kami berangkat sekitar 250 orang dari Solo, Total ada 5 bus.

Belajar Dari Museum Geologi Bandung

museum-geologi-bandung waktu liburan wisata bandung
rumah-benqi.net

Untuk dapat sampai ke Museum Geologi, dari Gunung Tangkuban Perahu butuh sekitar 1 jam lebih 20 menit.  Cukup lama juga, sebab jalan liyuk gunung yang kami lewati. Setelah sampai di jalan Raya pun juga tersendat macet karena genangan air setelah hujan setengah jam yang lalu.

Tepat pada pukul 11.00 siang saya dan rombongan sampai di Museum Geologi. Gerbang besar terbuka untuk kami, dari pihak Museum juga telah menyiapkan beberapa pemandu untuk memandu perjalanan kami mengelilingi Museum yang diresmikan pada 23 Agustus 2000 lampau.

Kami mulai memasuki gedung setelah selesai makan siang dan sholat dhuhur.

Berkelilingi dari gedung satu ke gedung yang lain. Kemudian berlanjut ke Gedung Sate setelah Ashar dan ke Pasar Cibaduyut setelah Sholat Magrib.

Pulang Meninggalkan Jejak Setelah Liburan Di Bandung

Setelah selesai berbelanja di Cibaduyut, Pasar Oleh-Oleh Khas Bandung kami diguyur hujan gerimis pada jam 20.00 malam. Harus pakai payung untuk kembali ke terminal parkir bus.

Jalan yang licin membuat mata melotot tajam melihat jejak jalan agar tak terpeleset. Karena kondisi pinggiran jalan ada sedikit tumpahan tanah liat bekas proyek.

Kami telah meninggalkan tapak tilas diatas tanah liat yang telah kami pijak di depan Pasar Cibaduyut Bandung. Meski terus terhapus hujan namun cerita ini masih nampak di pikiran dan kesenangan hati.

Sesampai di dalam bus kami pun segera merapikan barang dan absen agar tak ada yang tertinggal. Tepatnya pukul 21.00 kami mulai balik ke Solo.

Selesai, Alhamdulillah kami pulang dengan selamat dan bisa bertemu dengan keluarga lagi. Liburan di Bandung semoga akan terulang di lain hari kelak.

husni

Solo (Spirit of Java) - Magetan - Young - Moslem - Publisher - Marketer Online - Student - Worker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *