√ Tujuan dan Hikmah Pernikahan Dalam Islam

√ Tujuan dan Hikmah Pernikahan Dalam Islam

Tujuan & Hikmah Pernikahan – Menikah dalam bahasa berarti menyatu, berkumpul, menjadi satu. Menurut istilah yakni menyatukan dua hubungan dengan sebuah akad ucapan kata-kata agar terdapat perjanjian di dalamnya.

Menurut kata islam nikah juga bisa dinamakan zawaj yang berarti pasangan. Yang beretikat untuk menyatukan lahir & batin anatara lelaki dan perempuan dalam satu lingkup rumah atngga dengan perintah islam menghalalkan pernikahaan dan mengharamkan zina. Baca selengkapnya di pengertian pernikahan.

Adapun beberapa hikmah pelaksanaan pernikahan yang perlu dikaji agar para jomblo’ers bisa termotivasi untuk segera menikah. Dan menunjukkan para pasangan pernikahan supaya lebih meniatkan tujuan & hikmah pernikahan karena hal ibadah kepada Allah SWT semata.

Tujuan Pernikahan Dalam Islam

tujuan menikah dalam islam

Dalam setiap langkah yang dikerjakan oleh seseorang pasti ada sebab akibat dan tujuannya. Begitu pula dengan ikatan pernikahan. Ada beberapa tujuan yang diajarkan islam dalam anjuran melaksanakan sunnah menikah, yaitu sebagai berikut :

  1. Memenuhi fitrah manusia
    Sebagai manusia dan berlevel makhluk. Manusia harus memenuhi kebutuhan biologisnya. Maka dari itu sebuah ikatan pernikahan harus dilaksanakan agar terhindar dari zina dan perbuatannya bernilai ibadah.
  2. Melaksanakan sunnah syariat
    Menikah akan bernilai ibadah bila dilakukan sesuai aturan islam. Yakni ada aspek keagamaan yang terdapat dalam kesehariannya. Dan tujuan pernikahan tak lain juga karena ingin mengikuti sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
  3. Menyempurnakan agamanya
    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang intinya “barang siapa menikah, maka ia telah menyempurnakan setengah dari agamanya, maka sempurnakanlah setengah dari sisanya”
    Dengan menikah, seseorang juga diharap agar lebih mendapat proyek-proyek yang bernilai ibadah lain. Contoh : menafkahi, melayani, mendidik, berdakwah dan lainnya.
  4. Menjaga Kesucian
    Dengan adanya larangan zina, dengan wasilah pernikahan kesucian akan lebih terjaga. Menghindarkan fitnah zina. Dan derajat di sisi Allah SWT akan lebih baik karena melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya.
  5. Membangun rumah tangga
    Dengan berkeluarga kita juga bisa membangun sebuah kerajaan kecil yang mana akan ada efek tarik-menarik di dalamnya. Saling berkaitan di setiap sisinya. Contoh : saling mengingatkan, saling menasehati, saling mengasihi dll. Lalu terbentuklah keluarga sakinah mawadah warahmah yang diridhoi Allah SWT dan Rasul-Nya.
  6. Memperoleh keturunan
    Bagi kalian Allah telah menciptakan pasang-pasangan (istri-suami) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu (keturunan), dan kepada kalian Dia limpahkan riziki yang baik-baik. [QS. An Nahl ayat 72]. Baca juga cara cepat mendapat keturunan anak.
  7. Mendapat ketenangan hati dan jiwa
    Anjuran menikah dalam islam bertujuan agar para muslim tidak merasa hatinya gundah gulana. Dalam setiap langkahnya ada yang mendukung, memperhatikan dan membenarkan. Dengan sebab itu semua ketenangan rasa nyaman akan lebih bisa dirasa.
  8. Menyatukan silaturahim dua keluarga
    Dengan ikatan pernikahan, dua keluarga bisa menyatu akibatnya. Maka tali silaturahim semakin besar dan bisa membuat islam lebih luas dan bersatu padu atas akibatnya.

Hikmah Pernikahan Bagi Individu

hikmah pernikahan menikah nikah islam

Menjadikan Hati Terjaga

Yang dimaksudkan hati terjaga adalah hidup akan lebih terasa tentram dan nyaman dibanding sebelumnya. KArena sudah memiliki pendamping yang akan menn-suport, menasehati, menjalani hidup bersama. Rasa cinta dan kasih pun juga akan terjalin satu sama lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 21.

“Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu, dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berfikir.”

Terhindar dari Zina

Hadist Rasulullah SAW : “Wahai para pemuda siapa yang sudah mempunyai kesempatan untuk menikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih dapat memelihara pandangan dan memelihara kemaluan.”

Dalam hadist lain juga disebutkan.

Dari Jabir radiallahuanhu, bahwa sanya Rasulullah Shollallahu”alaihiwasallam telah bersabda, “sesungguhnya perempuan menghadap (dari depan) menyerupai setan dan membelakangi juga menyerupai setan, jika seorang diantara kamu tertarik kepada seseorang perempuan, hendaklah ia datangi istrinya agar nafsunya dapat tersalurkan.”
(HR Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Menjaga Keturunan

Dengan menikah seseorang mengharapkan anak untuk nasab keturunananya. Sebagaimana yang di firmakan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nahl 72 yang artinya:

“Dan Allah menjadikan bagimu berpasangan (suami dan istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu serta pasanganmu.”

Menjadi Dewasa

Dengan menikah seseorang (laki / perempuan) akan bisa merasa dewasa karena memiliki hak dan tanggung jawab yang dipikul. Yang mana sebelumnya mereka lebih condong hidup individu sekarang (setelah menikah) dipaksakan bagaimana hidup 24 jam dalam satu naungan dengan dua orang.

Mulai dari situlah sebuah kedewasaan yang sebenarnya akan diuji dan mulai dari sanalah terlihat sikap dan sifat asli seseorang.

Tua Pasti – Dewasa Pilihan

Melatih Rasa Ikhlas

Dalam konteks ini sangat luas. namun disudutkan pada tanggung jawab seorang suami untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan rasa ikhlas karena Allah SWT. Oleh sebab keikhlasannya diharap dapat menjadi ridho tersendiri dari sisi Allah dan bernilai ibadah setiap apa yang telah suami kerjakan.

Menjalin Persaudaraan

Dengan bersatunya keluarga pengantin pria dan wanita, diharapkan bisa memperluas tali silaturahim dari pihak manapun. Meski beda suku, daerah, adat dengan pernikahan semuanya bisa menyatu.

Mendatangkan Keberkahan

Dengan kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan sunnah dan perintah syariat agama. Menikah bisa mendatangkan keberkahan tersendiri. Terbukti banyak hikmah (kisah) para sahabat dan pendahulu yang lebih melimpah rizkinya setelah menikah. wallahu-a’lam

Hikmah Pernikahan Bagi Masyarakat

Hikmah pernikahan di mata islam

Selain hikmah terjalin di lingkungan keluarga, pernikahan juga menpunyai hikmah dalam kehidupan bermasyarat diantara lain sebagai berikut:

  • Terjaminnya ketenangan dan ketentraman anggota masyarakat, karena masyarakat sekitar tidak melanggar syariat islam. Yakni jauh dari zina.
  • Dapat meringankan beban masyarakat, dengan cara ikut andil dalam bagian hubungan antar keluarga dalam bertetangga, yang biasanya di Indonesia dinamakan RT (rukun tetangga).
  • masyarakat bisa menilai dari banyak segi penilaian setelah terjalin pernikahan. Karena dengan menikah sesorang akan lebih terbuka dalam bermasyarakat.
  • Ikut serta dalam membangun Indonesia dengan banyak cara meski hanya dengan memperjuangkan keturunan asli berkewarga-negaraan Indonesia.

Manfaat Nikah Menurut Sudut Pandang Islam

susunan acara akad nikah islami

Menjaga Keberlangsungan Hidup Manusia

Setalah Allah SWT menciptakan Nabi Adam dan menjadikan Hawa, manusia mulai berkembang hingga berganti generasi. Dengan proses pernikahan inilah wujud kita memperbaru generasi islam hingga terwujud generasi berikutnya.

Mengendalikan Syahwat

Dengan menikah, seseorang akan bisa menyalurkan kebutuhan biologisnya yang pada saatnya bergejolak di masa muda (pubertas). Nah, sebegai wadah dalam menampungnya agar tidak terjadi zina (seks bebas), islam menganjurkan untuk segera menikiah

Estafet Amal Jariyah Manusia

Dalam berkehiduapan pasti ada sesuatu yang harus diajarkan kepada orang sekitar kita. Begitu pula dengan kehidupan keluarga. Kita tak akan lepas dari anak dan istri. Maka dari itu bila kita mengajarkan, memberikan dan membimbing mereka dalam kebaikan. Nisacaya hal tersebut menjadi ladang amal sholeh kita.

Begitu pula bila mereka mengajarkan ilmu (yang telah kita berikan) lagi kepada anak cucu hingga seterusnya. Kebaikan tersebut akan menyalur dan memebri nilai pahala tanpa mengurangi pahala yang melakukan.

Keindahan Hidup

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya:

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shalihah”.

Bila anda dapat menciptakan suasana keluarga sakinah mawadah warahamah dengan istri sholehah anda maka hal tersebut mampu memberikan rasa ketenangan dan ketentraman jiwa di dunia.

Mengatur Hubungan Laki-laki dan Perempuan

Pernikahan dapat menghubungkan antar suami istri untuk saling bersatu tolong menolong yang melebihi interaksi dengan orang lain. Hingga menyatunya rasa suka duka bersama.

Selain itu kudanya memiliki tugas masing-masing yang kebaikannya bernilai ibadah. Serta perannya akan berpengaruh pada hari-hari kedepan. Jadi harus bisa kompak dan satu padu untuk tercipta sakinah mawadah warahmah.

Memperbanyak Umat Muslim

Dengan menikah dan memilii keturunan yang banyak, kita juga bisa memperbanyak jumlah umat muslim di dunia. Atas izin dan ridho Allah, semoga dengan banyaknya anak dan keturunan kita bisa menjadi agensi untuk berdakwah menyebar dan mengajarkan islam.

Baca juga artikel terkait : cara cepat hamil

Mencari Jodoh Menurut Islam

tujuan dan hikmah dari pernikahan

Untuk mencapai rumah tangga sakinah mawadah warahmah dan menjadi keluarga kembali di surga. Sebuah keluarga harus dibangun dalam bentuk konsep islami. Termasuk dari prosesi mencari jodohnya.

Adapun kriteria yang harus dipilih ketika seseorang mencari pasangan hidupnya. Baik laki-laki maupun perempuan. Berikut anjuran yang diajarkan Rasulullah SAW.

  • Kafaah menurut Islam

Setelah seiman dan tingkat ketaatan kepada Allah dan Rasul dinilai bagus. Kafaah menjadi tolak ukur nomor duanya. Dalam buku lisanul-arabi karya Ibnu Manzhur. Al-kaf’ah arti bahasanya sebanding satu kedudukan agama, nasab, rumah dan lainnya.

Sedangkan menurut syariat mayoritas ulama berpendapat harus sepadan tingkat agama, nasab keturunan, kemerdekaan dan pekerjaan.

Salah satu hikmah dari pernikahan sesuai kafaah yakni kedudukan sosial lebih ternomor-duakan hingga bisa menuntun sang kepala rumah tangga lebih nyaman dan mudah menyususun keluarga terbaik tanpa tertekan masalah kedudukan yang ada.

Contoh kisah sahabat seperti kisah Zaid bin Haritsah RA, seorang sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu‘alaihiwasallam, yang dinikahkan dengan Zainab binti Jahsy RA. Zainab adalah wanita terpandang lagi cantik menawan, sedangkan Zaid adalah lelaki biasa yang tidak begitu tampan. Pada akhirnya, pernikahan mereka pun tidak berlangsung lama. Jika kasus seperti ini terjadi bisa pada sahabat Rasulullah SAW, apalagi kita? wallahu-a’lam

  • Calon Istri Cantik Luar Dalam

Cantik luar dalam disini sangat luas, bisa digambarkan sebagai berikut :

  • Bertaqwa kepada Allah SAW dan Rasul-Nya
  • Patuh kepada suami dan menjaga kehormatannya pasangannya
  • Menegakkan ibadah shalat lima waktu dan Melaksanakan ibadah wajib lainnya
  • Menutup aurat dan tidak pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita Jahiliyyah.
  • Mempunyai akhlak dan lisannya
  • Menjaga diri dari zina
  • Tidak menerima tamu yang tidak disukai oleh suaminya
  • Taat kepada orang tua dan suami dalam kebaikan
  • Berbuat sesuai sunnah dan aturan Allah SWT

Adapun penilaian lain yang perlu diperhatikan yakni memiliki keturunan yang subur (tidak mandul), sedap enak dipandang dan memiliki nilai tambahan yang sesuai kriteria.

Baca selengkapnya mengenai cara mencari jodoh di muslim.or.id

Baca juga artikel lainnya mengenai cara menyusun acara penikahan. Agar tercipta acara yang lancar dan suasana yang harmonis dengan para tamu.

Kesimpulan

Dari semua yang telah tertulis diatas, sudah sepantasnya kita memahami bahwa dengan menikah banyak tujuan, faktor, akibat dan hikmah positif yang bisa diambil baik dari pasangan itu sendiri maupun orang lain yang ada di sekitar.

Jadi bagi anda yang masih ragu dalam menikah, maka segera pelajari apa itu pernikahan dan mantapkan hati utnuk memilih pasangan hanya karena ingin mencari ridho Allah SWT dan Rasul-Nya semata.

Tinggalkan komentar