Pengertian, Ciri, Jenis & Contoh Kalimat Konjungsi [LENGKAP]

Contoh Kalimat Konjungsi – Dalam membentuk struktur pola yang baik, sebaiknya susunan dasar yang akan dibentuk juga harus sempurna dan diketahui fungsinya. Seperti halnya konjungsi, harus dipelajari dahulu sebelum beranjak ke pembelajaran bahasa lainnya.

Langsung saja, berikut ulasan mengenai apa pengertian, ciri, jenis, tipe dan contoh kalimat konjungsi.

Pengertian Kalimat Konjungsi

Pada kalimat majemuk diharuskan menggunakan kata penghubung atau konjungsi yang menggabungkan satu klausa dengan klausa lain di dalam struktur kalimatnya. Untuk membuat kalimat majemuk efektif yang baik dan mudah dipahami, kita harus menambahkan konjungsi di dalam kalimat tersebut agar tak ada ambigu (multi-tafsir).

Konjungsi adalah sebuah kata sambung yang menghubungkan kata atau kalimat agar memiliki satu maksud dan tujuan. Sedangkan kalimat konjungsi adalah satu tipe kalimat dengan gramatikal penulisan dengan menggunakan kata sambung yang menggambungkan beberapa kalimat menjasi satu tujuan arti.

Menurut KBBI knjungsi merupakan ungkapan kata penghubung antar klausa, kata, kalimat atau antar jenis kata lainnya. Sebelum mempelajari tipe jenis konjungsi alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu klausa, kata dan kalimat.

  • Kata

kata adalah unsur dasar paling kecil yang dituliskan dan diucapkan dari perwujudan atas sesuatu, perasaan dan pikiran dalam bebahasa. Terdiri dari susunan huruf yang memiliki makna.

  • Klausa

Klausa adalah gramatikal pengelompokan kata yang berupa subyek, predikat, obyek dan keterangan yang bila digabungkan akan menjadi kalimat utuh.

  • Kalimat

Kalimat adalah rangkaian kata yang tersusun memiliki maksud dan makna lengkap dari penulisannya. Terdiri dari kata dan klausa yang kompleks.

Ciri-Ciri Kalimat Konjungsi

  • Berperan sebagai penyambung kata agar dapat menjadi kalimat yang utuh dengan makna yang jelas.
  • Berperan untuk menyambungkan anak kalimat dengan induk kalimat.
  • Biasanya diimbuhkan tanda baca berupa koma ketika dibutuhkan.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Struktur dan Contoh Teks Eksplanasi

Jenis Konjungsi Beserta Contoh Kalimat Konjungsi

tali ukhuwah

Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal merupakan kata penghubung berupa konjungsi yang menjelaskan kalimat terkait hubungan waktu dan peristiwa yang berbeda. Seperti kronologis akan keadaan peristiwa.

Konjungsi temporal dibagi menjadi dua yaitu konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Kata konjungsi sederajat adalah kata hubung yang setara dan tidak dapat digunakan pada awal kalimat. Jika memang diletakkan pada awalan kalimat, maka terbilang tidak efektif. Misal : kemudian, lalu, sesudah, sebelumnya dan selanjutnya.

Sedangkan konjungsi temporal tidak stederajat adalah kata penghubung kalimat bertingkat tidak setara. Biasa digunakan pada awal atau akhir kalimat. Misal : Apabila, ketika, sejak, bila, waktu dan sebagainya.

Contoh Kalimat Konjungsi Temporal Sederajat

Kemudian
  1. Aku bermain bola kemudian mampir di rumah Aldo.
  2. Ibu memasak nasi kemudian membuat kue bolu.
Lalu
  1. Ayah sarapan roti bolu lalu berangkat ke kantor.
  2. Pak RT membuat surat edaran lalu membagikannya kepada warga.
Sebelumnya
  1. Adik menangis sebelumnya terkena lemparan bola.
  2. Ayah menjadi karyawan tetap, sebelumnya beliau hanya menjadi karyawan kontrak.
Sesudahnya
  1. Aku merapikan tempat tidur sedudahnya aku tidur.
  2. Ayah hanya pekerja kontrak di kantor sesudahnya beliau jadi pekerja tetap.

Contoh Kalimat Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Ketika
  1. Seorang pencuri tertangkap ketika Pak polisi sedang razia.
  2. Ketika Ayah mencangkul tanah di ladang, ayah melihat ular pithon disana.
Sejak
  1. Sejak FIFA mengumumkan peraturan para klub sepak bola mulai berbenah.
  2. Sejak saat itu aku kelhilangan kontak dengan Siska.
Apabila
  1. Kami biasa diizinkan tidur siang apabila selesai makan siang.
  2. Apabila hari raya telah tiba banyak yang berkunjung ke rumah nenek.
Sebelum
  1. Ibu selalu mengajarkan kepada kami agar berdoa sebelum tidur.
  2. Sebelum aku bangun tidur, ibu selalu membuatkan kue untukku.
 Hingga
  1. Aku janji akan bersamamu hingga akhir hayat nanti
  2. Hingga saat ini aku masih saja mencintaimu.
Demi
  1. Demi mendapatkan niali ujian yang sempurna Budi rela begadang bealjar.
  2. Pak Joko tak beosan memarahi kami demi memeluruskan sikap kami.
Sementara
  1. Ayah menanam pohon bidara sementara Ibu sedang memasak nasi.
  2. Ibu telah memasak nasi sementara aku masih tertidur diatas dipan.
Sambil
  1. Sambil berjalan sekalian menikmati pemandangan alam.
  2. Kakak belajar sambil main handphone di kamar tidur.
Bila
  1. Bila bel telah berbunyi aku selalu bergegas untuk berlari.
  2. Bila tak mau kerja keras mulai sekarang, bersiaplah menanggung kesengsaraan di masa depan.
Waktu
  1. Waktu bermain bola, Aku selalu menjadi penjaga gawang.
  2. Aku melihat Ibu memakan buah zuriat waktu ayah mulai berangkat kerja.

Konjungsi Antar Klausa

Konjungsi antar klausa adalah kata penghubung yang menggabungkan dua klausa atau lebih. Dibagi menjadi 3 macam yaitu konjungsi korelatif, koordinatifa dan subkoordinatif.

  • Konjungsi koordinatif yaitu penghubung yang menggabungkan dua klausa, kata atau frasa tingkat setara.
….juga…
…tetapi…
….dan….
…atau…
  • Konjungsi subordinatif yaitu menghubungkan dua kata klausa yang konjungsinya bertingkat.
Sebabkarena, oleh karena
Syaratjika, kalau, asalkan, bila
Waktusesudah, sebelum, setelah, sejak, selama, sehingga, sambil
Tujuansupaya, agar
Caradengan
Penjelasanbahwa, sungguh
  • Konjungsi korelatif yaitu penghubung yang menggabungkan dua klausa, kata atau frasa tingkat setara. Hampir sama dengan koordinatif hanya saja dengan dua konjungsi.
Baik….….maupun….
Tidak hanya….….tetapi….
Tidak hanya….….juga….
Jangankan….….pun….
Sedemikian rupa….….sehingga….
Entah….….entah….

Baca Juga : Pengertian, Ciri dan Contoh Kalimat Prosedur

Contoh Kalimat Konjungsi Koordinatif

  1. Ibu merapikan almari dan aku ikut membantunya.
  2. Ayah seorang pekerja kantor juga seorang ketua RT.
  3. Kakak selalu tidur awal tetapi tidak bisa bangun awal.

Contoh Kalimat Konjungsi Subordinatif

  1. Ibu merapikan baju almari supaya enak bila dipandang.
  2. Ayah tidak masuk kerja jika beliau sakit.
  3. Kakak makan malam lebih cepat agar dapat tidur awal.

Contoh Kalimat Konjungsi Korelatif

  1. Tidak hanya saya yang melihatnya tetapi dia juga.
  2. Jangankan ibu menerimanya aku pun pasti menolaknya.
  3. Sedemikian rupa warna langit buatanmu sehingga terlihat sempurna bila dilihat.

Kalimat Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antarkalimat adalah penhubung yang menggabingkan satu kalimat dengan kalimat lain dengan imbuhan. Dengan Awalan kata penghubung yang berhuruf kapital karena berada diawal kalimat.

Contoh Kalimat Konjungsi Antarkalimat

  1. Makanlah menggunakan sendok makan di depanmu. Selain itu baca doa setiap mau makan.
  2. Rangga dan Vita selalu beradu argumen yang berbeda. Walaupun demikian mereka tetap berteman.
  3. Jalan raya Salman Al-Farisi seringkali diperbaiki. Akan tetapi kondisi tanah yang yang miring yang mebuatnya mudah rusak kembali.
  4. Kakak tidak pernah bisa bangun lebih awal. Oleh karena itu Ayah selalu menderingkan alarm di telinganya.
  5. Ayah melakukan perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta. Kemudian dari Stasiun ke kantor klien kerjnya beliau naik taksi.

Kalimat Konjungsi Antar Paragraf

Konjungsi antar paragraf yaitu kata penghubung antar pargraf. Dan biasa diawali dengan kata dasar yang berkaitan dengan paragraf di atasnya. Contoh kata penghubungnya yakni : Adapun, Akan hal, Pada hal itu, Selain itu, Bermula, Syahdan, Mengenai dan lainnya.

Contoh Kalimat Konjungsi Antar Paragraf

Beberapa tahun akhir ini, di beberapa daerah di negara Indonesia telah banyak yang kehilangan pemandangan alamnya, terutama di daerah pedesaan. Berawal dari program pemerintah mengenai pembangunan gedung pencakar langit dan proyek-proyek besar. Ditambah keinginan akan perubahan yang wilayah pedesaan menjadi daerah yang lebih maju dan modern.

Namun tidak untuk desa tempat tinggalku. Desa Maguwoharjo masih membentang luas area perkebunan dan persawahan. Laksan goresan cat hijau yang mendominasi kertas putih. Masih terasa sejuk dan membius mata batin untuk selalu takjub atas keindahannya.

Adapun sungai-sungai yang jernih mengalir di perbatasan antar kebun dan sawah. Air yang jernih dan dipenuhi makhluk air tawar, seperti ikan, udang, kepiting, cacing dan masih banyak lagi.

Demikian itu sedikit gambaran pedesaan di zaman modern ini. Dan perbandingan desaku yang masih menjaga keindahan alamnya yang hijau nan rindang.

Baca Juga : Pengertian, Ciri dan Contoh Kalimat Efektif

Kalimat Konjungsi Berdasarkan Fungsi

Konjungsi Aditif

Merupakan penghubung antar dua grmatikal dengan kata serta, dan, lagipula. Bisa pada satu kalimat, antar kalimat dan antar pragraf.

Contoh : Pemuncak klasemen liga inggris pekan ini dikuasai Manchester City, sedangkan Liverpool masih di peringkat dua. Dan mereka masih akan bersaing di pekan-pekan selanjutnya guna meraih poin maksimal hingga akhir musim.

Konjungsi Pertentangan

Merupakan kata penghubung berfungsi menghubungkan unsur gramatikal yang bertentangan menjadi satu kalimat. Kata tersebut seperti : tetapi, sedangkan, akan tetapi, sebaliknya dan lainnya.

Contoh : Adik selalu belajar dengan rajin tetapi masih saja mendapat nilai buruk. Kakak lebih malas belajar namun nilainya lebih bagus dari Adik.

Konjungsi Pilihan

Yaitu konjungsi yang menyatukan kata atau kalimat atas suatu pilihan, dengan menggunakan kata : atau, ataupun, maupun.

Contoh : Baik siang maupun malam, cuaca dan suhu tetap dingin karena telah masuk musim hujan.

Konjungsi Waktu

Yaitu konjungsi kata penghubung berhubungan dengan waktu. Terbagi menjadi dua macam waktu setara dan tidak setara.

Contoh : Saya dan Ayah sedang berangkat ke Rumah Sakit untuk menjenguk kakek. (setara)

Saya sedang belajar di kamar sedangkan Ayah sedang membaca koran di teras. (tidak setara)

Konjungsi Tujuan

Yaitu kata konjungsi yang memiliki fungsi menghubungkan dua unsur kata atau kalimat tujuan. Kata tersebut antara lain agar, untuk dan supaya.

Contoh : Ibu guru selalu menekankan kepada murid kelas 6 untuk sealu belajar lebih rajin.

Konjungsi Sebab

Yaitu kata penghubung konjungsi sebagai penghubung dua unsur yang menyatakan kata atau kalimat sebab. Berupa kata : karena, karena itu, sebab dan sebab itu.

Contoh : Aku tidak dapat bermain bola karena kakiku masih sakit sebab terkilir waktu jatuh dari sepeda di depan rumah.

Konjungsi Akibat

Yaitu kata penghubung konjungsi yang menghubungkan dua unsur (kata, frasa, klausa, kalimat, ataupun paragraf) sebab akibat. Misalnya kata : sehingga, akibatnya, dan sampai.

Contoh : Agenda study tour tahun ini dibuat sangat spesial sehingga para murid dapat menikmatinya secara totalitas.

Konjungsi Syarat

Yaitu konjungsi berguna untuk menggabungkan dua unsurkata atau kalimat bersyarat . Yang termasuk dari konjungsi syarat yakni : asalkan, kalau,  jika, bila, apabila dan jikalau.

Contoh : Pelajaran sangat terganggu bila ada pesawat jet tempur latihan lewat di atas atap sekolah.

Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi yang berguna untuk menggabungkan dua unsur kata atau kalimat tanpa ada syarat tertentu yakni bebas. Adapun katakata yang termasuk konjungsi ini yakni: walaupun, meskipun dan biarpun.

Contoh : Adik tetap bermain di luar rumah walaupun sudah dilarang oleh Ibu.

Konjungsi Perbandingan

Konjungsi yang berguna untuk menghubungkan unsur kata atau kalimat yang pokoknya membandingkan antar keduanya. Meliputi : sebagai, seperti, bagaikan, sebagaimana, umpama, seakan-akan, bagai, ibarat, dengan, lebih dan daripada.

Contoh : Kak Seto lebih suka memberi pendidikan karakter daripada memberi mereka pelajaran langsung.

Konjungsi Korelatif

Konjungsi yang berguna menghubungkan unsur kata atau kalimat yang memiliki hubungan serupa/setara sehingga saling melengkapi antar keduanya. Meliputi kata : semakin, sedemikian, kian, sehingga, akan tetapi, tidak hanya, tetapi juga dan maupun.

Contoh : Tidak hanya menjadi pemain profesional tennis, akan tetapi Roger Feder juga seorang pengusaha.

Konjungsi Penengas

Yaitu konjungsi yang menegaskan kalimat agar lebih singkat dan efektif untuk dimengerti. Meliputi kata : bahkan, apalagi, yakni, yaitu, umpama, ringkasnya, misalnya dan akhirnya.

Contoh : Artis korea sangat cantik, apalagi bila mereka sedang berdandan.

Konjungsi Penjelas

Yaitu konjungsi penjelas untuk menghubungkan kalimat yang sebelumnya secara perinci. Salah satu konjungsi penjelas yaitu kata ‘bahwa’.

Contoh : Narasumber menyatakan bahwa gempa bumi saat ini dapat berdampak tsunami.

Konjungsi Pembenaran

Yaitu konjungsi subordinatif yang menghubungkan kata atau kalimat dan menegaskan atas kalimat sebelumnya. Pembenaran ini dinyatakan pada kata konjungsi seperti : walaupun, meskipun, biar, biarpun, sungguh, kendatipun dan sekalipun.

Contoh : Dika tetap berlari biarpun kakinya masih sakit karena terkilir.

Konjungsi Urutan

Yaitu konjungsi yang menerangkan suatu urutan  akan sesuatu hal. Contoh kata konjungsi urutan : awalan, mula-mula, lalu, dan kemudian.

Contoh : Masukan gula pada air panas, lalu aduk hingga merata.

Konjungsi Pembatasan

Yaitu konjungsi pembatasan menerangkan pembatasan terhadap sesuatu hal. Contoh konjungsi pembatasn , misalnya, kecuali, selain, dan asal.

Contoh : Mereka tidak bisa duduk, kecuali kalian berganti untuk berdiri.

Konjungsi Penanda

Yaitu kata konjungsi penghubung yang menyatakan penandaan atas sesuatu. Yang termasuk kata konjungsi penanda yaitu : umpama, pokok, paling utama dan terutama.

Contoh : Di kelas VIII sangat populer dengan para muridnya yang pandai, terutama Andi.

Konjungsi Situasi

Yaitu kata penghubung yang menyatakan perbuatan atas suatu keadaan pada waktu terntentu. Kata yang termasuk konjungsi ini : sedang, padahal, sambil dan sedangkan.

Contoh : Adik makan sambil bermain mobilan di ruang tamu.

Baca Juga : Pengertian, Ciri dan Contoh Kalimat Pasif Lengkap

Contoh Kalimat Konjungsi

Contoh Kalimat Penghubung

Contoh Kalimat Konjungsi Kausalitas

Contoh Kalimat Konjungsi Kronologis

Contoh Kalimat Konjungsi Atau

Contoh Kalimat Konjungsi Bahwa

Contoh Kalimat Konjungsi Penerang

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *