tips trik cara belajar mengaji iqro iqra al quran cepat dan mudah

Tahapan Belajar Mengaji Al Quran Sejak Dini Sampai Dewasa

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap orang. Tanpa ilmu hidup seseorang seperti pokok pohon yang tak disirami ai. Hilang seluruh pokok kehidupannya. Makin lama akan mati kering, karena tak ada daun, buah yang tumbuh. Seperti itulah perumpamaan betapa pentingnya belajar mengaji.

Bahkan orang yang jahil, tak berilmu. Lebih mudah dibodohi orang lain. Untuk itu manusia diri anugerah akal agar mereka berpikir dengan cara menuntut ilmu mengkaji kehidupan.

Banyak sekali kajian, tulisan dan dalil yang menyebutkan keutamaan orang-orang berilmu. Terlebih yang dipelajari dalam kontek belajar mengkaji Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mengaji dan mengkaji Al-Quran termasuk juga kewajiban seorang muslim. Karena Al-Quran adalah sumber aqidah, fiqih dan hukum kehidupan umat beragama.

Namun kali ini saya tidak akan membahas mengenai artikel keutamaan belajar dan mengaji tersebut. Melainkan akan sedikit bercerita tentang pengalaman belajar mengaji Al-Quran sejak usia dini.

Balajar Mengaji Al-Qur’an Dari Bimbingan Orang Tua

belajar mengaji dengan oarang tua guru TPQ pondok Pesantren
@arifqosim

Awal segala ilmu seorang anak adalah dari orang tua. Orang tua menjadi cerminan untuk anak-anaknya, bila orang tua baik, maka besar kemungkinan anak akan menjadi baik berkat pendidikan dan percontohan yang diberikan.

Dalam konteks mengaji Al-Quran saya telah diajarkan sejak usia dini. Sekitar umur 3 tahun saya telah dikenalkan dengan bacaan basmalah, alhamdulillah hingga surat-surat pendek al-fatihah dan an-nas.

Setelah mencapai usia 5 tahun, baru saya masuk ke pendidikan formal TK. Berlabel TK islam maka namanya BA (bustanul athfal). Disinilah mulai saya dikenalkan dengan huruf hijaiyah.

Tanda baca fathah, dommah, kasroh dan sukun diajarkan disini. Bertahap selama setahun saya akhirnya bisa khatam iqra 1 dan 2.

Tahapan pemula sebagai cara belajar membaca al-quranyang efisien menurutku menggunakan iqra. Disana sudah jelas dan rinci bagaimana alur belajar. Dari tahap mudah – medium – sulit. Tahapan tersebut telah lama teruji. Terbukti dengan banyaknya orang yang bisalancar baca Al-Quran dengan wasilahnya.

Mengaji Iqra Di TPQ

Setelah lulus Bustanul Athfal saya mulai memasuki SD. Memang di SD ada pelajaran BCA (baca tulis al-qur’an) namun bagi orang tuaku hal itu kurang mendukung. Disamping penuhnya jadwal pelajaran dan banyaknya murid yang diajar membuat orang tuaku memberikan ku bimbingan tambahan setiap sore di TPQ (taman pendidikan al-qur’an).

Disini lah start awal para pencari ilmu dini dimulai. Teman sebaya yang datang dari penjuru desa berdbeda menambah semangat tersendiri dalam belajar. Banyak teman, banyak chanel main juga nantinya, itu yang membuat anak TPQ krasan dan tak bosan berangkat TPQ. Terlebih ada uang saku tambahan sore bila berangkat, namun itu hal lain. Hehe

Jadwal yang ditetapkan saat TPQ sepekan 3 kali, senin, rabu dan jumat. Pelajaran dimulai jam 4 sore dan berakhir jam 5 sore. Berkat tekun dan sabarnya para pendidik TPQ selama kurang lebih 3 tahun, akhirnya saya dapat mengkhatamkan iqra hingga jilid ke-6, lama juga 3 tahun. Baru awalan kelas 4 SD saya mulai belajar membaca Al-Quran.

Kendala utama setelah lulus iqra bagiku adalah  tajwid dalam bacaan iqra yang belum begitu lancar. Membedakan huruf tajwid bagiku sangat sulit untuk itu butuh ketekuanan untuk mengkaji ilmu tajwid tersebut. Masih tanda tanya besar bila persoalan tajwid bagiku.

Namun hal tersebut tak membutaku menyerah dalam proses belajar. Saya terus belajar membaca hingga akhir hayat insha Allah.

Mungkin bagi seorang  dewasa seperti Anda mungkin yang belum bisa membaca Al-Quran. Sekarang sudah banyak teknik cara cepat belajar mengaji Al-Quran melalui iqra. Jadi tak perlu khawatir dan malu ketika belajar. Tapi malulah ketika tak mau belajar.

Teknik Belajar Mengaji Iqra Super Cepat

 

Belajar Mengaji Al-Quran Di TPQ

Tahapan Iqra telah rampung, beralih ke Al-Quran. Meski iqra sudah khatam, saya tetap melanjutkan kelas sore di TPQ. Belajar mebaca dan melancarkan tajwid, tanda baca pada Al-Quran.

Di tempat yang sama dan guru berbeda saya melanjutkan TPQ. Guru baca al-quran kali ini seorang dari pesantren. Karena dari segi hafalan dan tajwidnya lebih mantap. Kalau yang iqra kemarin yang mengajar bukan seorang lulusan pesantren tapi bacaannya juga sudah mencukupi kadar bagus sesuai makhorijul huruf.

Belajar mengaji Al-Qur’an hingga lancar selama 3 tahun. Selesai tamat TPQ pada kelas 6 SD itu hal yang lazim, karena anak SMP sudah jarang-jarang mau ikut kelas sore tersebut. Maklum nganggep dirinya udah gede dan sudah bisa.

Belajar Mengaji Tafsir Al Qur’an

Berpindah dari TPQ, kini ketika usiaku mencapai 11 tahun. Saya mulai mengikut kajian tafsir Qur’an yang diadakan remaja-remaja di kampung setempat. Dari situlah saya mulai mengetahui sedikit demi sedikit isi Al-Quran yang selami ini saya baca dan pelajari.

Disamping pelajaran tafsir, kami juga tetap belajar memperbaiki bacaan Al-Quran dengan cara setiap kali pertemuan diawali dengan membaca satu ayat secara muter bergantian tepat pada ayat yang akan dipelajari artinya.

Disini kami juga dibina oleh kakak-kakak yang lebih dewasa tentang bagaimana pengetahuan islam itu. Muali dari bermasyarakat, berkewarga negaraan yang baik dan persoalan agama yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadist lainnya.

Kegiatan ini putus nyambung hingga kurang lebih 6 tahunan. Masya Allah, Subhanallah. Dan Alhamdulillah ketika saya ketikan artikel ini, kegiatan tersebut masih aktif meski sepekan sekali pertemuannya.

Sedikit koreksi untuk pribadi : Tua itu pasti dan Dewasa itu pilihan. Kutipan sederhana bagi diriku. Sering kali di masa remaja SMP SMA ku iman itu naik turun satabil bahkan bisa sampai turun drastis. Audzubillah minsyarri dzalik.

Untuk pengingat di masa inilah godaan belajar mengaji ku diuji benar-benar diuji. Banyak ajakan yang membuat saya tidak dapat mengikuti kajian dan ada ajakan untuk tidak ikut kajian saja. Astagfirullah.

Belajar Mengaji di Pesantren Sintesa

tips-cara belajar mengaji menghafalal-quran-iqra-dengan-cepat-dan-mudah
@kompasiana.com

Off dari kajian tafsir pemuda anak kampung. Berawal dari masuk ke Pesantren dengan melalui tahap test yang terbilang panjang, rumit dan ketat. Dan Alhamdulillah akhirnya saya bisa dan telah menjadi salah satu santri di Pesantren tersebut.

Dengan test awal penerimaan diuji dengan seberapa lancar bacaan Al-Quran calon santri. Meski agak-agak lancar namun masih perlu ada koreksi pada bacaan mengaji Al-Quran ku.

Disinilah titik balik dimana saya harus belajar kembali untuk memperbaiki kualitas bacaan serta tajwid pelafalan ayat AL-Qur’an. Karena bila konteks belajarnya tidak dalam pesantren akan sulit untuk tetap fokus dan konsisten. Untuk itu saya tekadkan belajar ilmu Al-Qur’an dan Ilmu bisnis di Pesantren Modern Sintesa ini.

Mengetahui Fadilah Membaca Al-Qur’an

Untuk meningkatkan motivasi saya dalam belajar dan mengaji rutin Al-Quran, saya berusaha mencari apa keutamaan dari membaca mengaji Al-Quran.

Mungkin fadilah keutamaan membaca Al-Quran sangat banyak. Salah satunya terdapat pada hadist Rasulullah SAW.

Bacalah Al Qur`an, karena sungguh ia akan datang lalu memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat kelak…” (Hadist Riwayat Iimam Muslim)

Dari berbagai keutamaan tersebut membuat ghirah, semangat dalam belajar mengaji Al-Quran semakin tinggi. Terlebih juga karena ada motivasi dari kebanyakan teman pesantren yang ngajinya lebih baik dan bagus. Itu menjadi dorongan iri dalam kebaikan insha Allah.

Selanjutnya. Dari pihak pesantrn pun juga memberi target agar para santri dapat lulus dalam waktu setahun dengan nilai bonus hafalan minimal 2 juz dari Al Quran. Jadi mau tidak mau saya juga harus belajar cara tips menghafal Ayat Quran juga.

Kembali Belajar Mengaji Dengan Tajwid

belajar mengaji tajwid tahsin talaqqi
@isamdownload,net

Meski sudah dari kecil belajar mengaji namun tak ada hentinya bagiku. Karena pada saatnya iman itu naik dan pada saat iman itu turun. Alhamdulillah ketika masuk ke Pesantren ini semanagat belajarku kembali pulih setelah beberapa tahun disibukan dengan belajar, bekerja dan urursan dunia lainnya.

Banyak sekali teman pesantren yang bacaannya lebih baik dari ku. Untuk itu setiap kali ada materi dan waktu senggang belajar tajwid, aku selalu bertanya-tanya pada mereka yang lebih faham tanda bawa Al-Quran.

Belajar Melancarkan Bacaan Dengan Talaqqi

Setiap pagi bakda subuh saya dan satri lain dibagi kelompok untuk belajar melancarkan bacaan dan Menghafal dengan metode talaqqi.

Talaqqi dari arti bahasa bertemu, bertatap muka, berhadapan. Sedangkan menurut istilah yaitu bertemu untuk belajar bersama secara langsung bertatap muka, dalam konteks yang umum. Namun talaqqi pada pembahasan saya disini adalah talaqqi membaca Al-Quran.

Saya dan 8 santri sekelompok dengan saya, setiap bakda subuh memperbaiki bacaan dengan meniru satu yang terbaik bacaannya diantara kami. Dan yang perlu diperhatikan, guru pemberi contoh sebaiknya sudah meliki sanad bacaan al-quran atau qiraat yang sah terlebih dahulu, agar kualitas bacaan baik dan benar.

Alhamdulillah dalam kelompok yang saya ikut ada 2 orang yang menurutku pantas digururi. Satu orang bersanad asli dari pesantren tahfidzul qur’an dan pernah mengajar pula. Dan yang kedua seorang bersuara qiroah baca qur’an tartil luar biasa. Jadi bisa bergantian antara kedua teman saya tersebut dalam membimbing teman lain belajar mengaji al-quran secara tajwid, tahsin baik dan benar.

Belajar Mengaji Dan Menghafal Al-Quran

Setelah paginya kami melakukan talaqqi membaca baik dan benar. Di sore hari bakda magrib kami diberi kesempatan untuk menghafal ayat-ayat yang tadi pagi telah dicontohkan dalam membacanya.

Bagiku tahapan ini lumayan sulit, karena dari basic keseharian saya jarang sekali menghafal ayat-ayat al-quran. Toh, paling hanya sebagian potongan ayat saja yang dihafal karena keperluan mendesak.

Namun kali ini saya akan mencoba menghafal dengan metode talaqqi di pagi hari, menghafal di sore hari. Dan murojaah di waktu senggang lain, seperti bakda duhur atau bakda ashar.

Mungkin itu tadi saja yang dapat saya tuliskan mengenai beberapa tahapan proses belajar mengaji Al-Quran yang pernah saya lakukan. Semoga bermanfaat dan menjadi cerita baru bagi Anda. Wasaalam.

husni

Solo (Spirit of Java) - Magetan - Young - Moslem - Publisher - Marketer Online - Student - Worker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *