10 Motif Batik Solo dan Sejarahnya, Wajib Tahu!

10 Motif Batik Solo dan Sejarahnya, Wajib Tahu!

Siapa sih yang gak kenal dengan kota Solo? Kota yang satu ini merupakan tanah kelahiran dari Presiden Indonesia, yaitu Pak Joko Widodo. Selain itu kota Solo juga memiliki banyak ciri khas, diantara universitas-nya yang melegenda di Solo dan baju batik Solo yang sampai pasa internasional.

Solo sendiri merupakan kota yang memang tidak terlalu besar, namun memang sudah padat dengan penduduk. Kota yang satu ini juga masih menjaga ciri khas yang dimilikinya, hingga masih memiliki budaya dan juga adat Jawa hingga alat musik Jawa Tengah yang memang masih kental.

Sejarah Batik Solo

Jika membicarakan awal mula dari batik yang sudah terkenal ini, pastinya tidak jauh dari pengaruh yang dimiliki Keraton atau sejarah kota Solo. Bahkan sudah di catat dalam sejarah, bahwa seni batik yang dimiliki kota ini, sudah terjadi sejak masa kerajaan Pajang di abad ke-4 silam. Kerajaan ini memang merupakan kerajaan, lanjutan dari kerajaan Demak.

Demak memang sebelumnya telah memindahkan ke pemerintahannya dari Demak Bintaro menuju Pajang. Untuk batik sendiri, pertama kalo masuk ke kota Solo di wilayah Lamean Surakarta. Bahkan tokoh yang dinilai bersejarah ini, sudah masuk ke dalam dunia batik yang bernama Kyai Ageng Henis.

“Kyai Ageng Henis merupakan salah satu sosok, yang memang membawa batik ke kampung Lawean dan hingga saat ini menjadi salah satu ciri khas kota Solo”

Dengan sejarah singkat ini, maka sejarah kota Solo juga dikenal dengan adanya batik oleh Ki Ageng Henis dan juga Ki Ageng Laweyan.

Bahkan dengan adanya batik ini, tidak sulit untuk banyak orang menemukan batik baik dalam bentuk kemeja hingga kaos sekalipun.

Slogan Julukan Kota Solo

Kota Batik

solo kota batik

Dengan banyaknya pengrajin dan penenun di Kota Keraton ini membuatnya lebih maju keseniannya, salah satunya dalam seni batik.

Berawal dari kerjaan Majapahit yang dakwah islam melalui titik berbusana dengan khas Jawa Indonesia yakni batik.

Hingga saat ini masih saja keluar seni motif batik yang terus ada seri terbaru, hingga dikenal internasional.

Yang membuat Solo disebut Kota batik lainnya adalah karena banyaknya seniman kesenian batik yang mendirikan industri kecil-kecilan batik sampai showroom khusus batik, yang disetiap penjuru titik Karesidenan Surakarta bisa anda temui.

Spirit of Java

logo the spirit of java

The Spirit of Java

Slogan yang memiliki arti “ruh semnagat Jawa berada padanya”

Dalam logonya juga disematkan huruf “O” yang bermotif batik sebagai sebutan lain kota indah ini, yakni Kota seni batik.

Nama Solo disebutkan sebagai besaran karesidenan Surakarta yang bila disebut terlalu panjang, jadi disingkat dengan kata ‘SOLO’.

Yang termasuk dalam karesidenan Surakarta atau Solo yaitu:

  • Surakarta
  • Sukoharjo
  • Boyolali
  • Karanganyar
  • Wonogiri
  • Klaten
  • Sragen

Mengapa bisa mendapat julukan ‘ruh-nya Jawa’?

Karena apapun yang ada pada Suku Jawa bisa anda temui di Kota Solo. Misalnya bahasa. Di Solo bahasa jawa halus, sedang dan kasar digunakan sesuai fungsinya.

Berbagai seni Jawa juga bisa anda temui di Kota yang diapit dua gunung ini (gunung lawu dan gunung merapi/merbabu). Misal tembang lagu, seni batik, seni kejawen hingga yang lainnya.

Contoh lain: Sistem kesultanan kerajaan yang masih ada hingga saat ini. Jadi masih kental dengan agenda jawa.

Slogan Semboyan

kota batik solo

Dengan berbagai pesona alam, seni dan kultur yang telah diwariskan leluhur hingga dilestarikan para penerusnya membuat pesona tersendiri bagi Kota Solo.

Terlebih lagi trend kebiasaan halus dan bertata krama juga membuat orang asli solo terlihat berbeda aura pesonanya dibanding orang lain. Kurang percaya? Silahkan kunjungi Solo dan coba buktikan!

Surakarta juga mempunyai Semboyan lain, yakni: Mulat sarira angrasa wani (Introspeksi diri, merasa berani) dan mempunyai slogan pemeliharaan keindahan kota yaitu Berseri (Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah).

Macam Motif Pada Seni batik

  1. Motif batik Solo slobog

Slobog merupakan salah satu batik, yang memiliki arti unik yaitu longgar atau besar. Seni batik yang satu ini memiliki arti sendiri, karena biasa digunakan untuk acara melayat. Bukan hanya sekadar batik saja, namun memiliki arti agar arwah yang meninggal dilancarkan.

Diharapkan dengan adanya motif batik ini, agar arwah yang meninggal dapat diterima dengan baik segala kebaikannya dan tidak akan mendapatkan halangan apapun saat di akhirat nanti. Anda bisa menemukan batik yang satu ini dengan mudah, salah satunya di pusat grosir.

  1. Motif batik Sidomukti

Untuk batik dari Solo yang satu ini, pastinya sudah tidak asing lagi Anda temukan saat menghadiri tempat acara pernikahan. Arti dari kata Sido sendiri, yaitu dapat meneruskan atau berkelanjutan. Sementara untuk kata Mukti, memiliki arti yang berkecukupan dan terhindar ria.

Jika di dasarkan dari makna arti kedua kata tersebut adalah, bahwa Sidomukti memiliki arti untuk dapat menampilkan sebuah keinginan kepada banyak orang yang menggunakannya. Harapan tersebut diniatkan agar bisa memiliki kehidupan yang bahagia dan selarasa dengan rejeki.

Diharapkan untuk selalu memiliki kebahagiaan dan juga rejeki, yang tidak pernah putus dan selalu dilimpahkan kebahagiaan. Sido asih digunakan, untuk mengharapkan sebuah pernikahan yang bahagia.

  1. Motif batik Truntum

Untuk ragam dari batik khas Solo ini, yaitu Truntum dimana biasanya digunakan oleh orangtua dari pengantin. Hampir sama dengan Sidomukti, namun Truntum memilik arti sendiri yaitu menuntun. Arti dari menuntun ini, yaitu agar orangtua dapat selalu menuntun anaknya.

Menuntun untuk tetap memiliki pernikahan yang bahagia, dalam mengarungi kehidupan yang baru. Harapan juga selalu disampaikan, agar anak bisa memiliki keluarga yang sakinah. Batik ini juga sering dijadikan sebagai baju, untuk membuatnya terlihat semakin unik dank has.

  1. Motif batik Satrio Manah

Batik Solo yang satu ini, memang merupakan baik yang digunakan oleh wali wakil dari pengantin pria pada saat dilakukannya acara lamaran atau meminang sang pujaan hati. Arti terselubung dari motif batik yang satu ini yaitu agar diterima.

Harapan agar calon mempelai laki-laki, untuk diterima oleh calon pengantin beserta dengan keluarganya untuk melamar. Batik ratu ratih ini juga dinilai sebagai batik yang dianggap sebagai berlian, untuk memulai sebuah prosesi penting dalam kehidupan.

  1. Motif batik Semen Rante

Saat proses lamaran dilakukan, memang wali pengantin dari laki-laki akan menggunakan batik dari Solo dengan gambar Satro Manah, namun untuk wali dari pihak wanitanya sendiri akan menggunakan batik bernama Semen Rante. Tentunya batik yang satu ini memiliki arti sendiri.

Arti dari batik ini adalah, untuk mengibaratkan sebuah ikatan yang kokoh. Harapan yang ada di batik ini, adalah agar pihak dari calon mempelai wanita yang mengharapkan sebuah pertalian yang kuat akan semua cobaan yang berusaha untuk memisahkan kedua calon mempelai.

  1. Motif batik Parang Kusumo

Motif batik Parang Kusumo yang satu ini, nantinya akan digunakan oleh pengantin wanita saat dilakukannya proses tukar cincin. Arti dari Kusumo ini memiliki arti bunga yang sedang bermekaran. Memang digunakan untuk menunjukan wanita yang sudah siap untuk menikah.

Batik yang satu ini masuk ke dalam jenis batik Bokor Kencana, dimana menjadi batik wajib yang harus ada untuk melengkapi berbgaai prosesi sebelum pernikahan.

  1. Motif batik Pamiluto

Batik dari Solo yang satu ini, memang memiliki desain yang sudah modern. Batik ini juga digunakan oleh ibu dari mempelai wanita, yang dilaksanakan untuk prosesi tukar cincin. Motif dari batik ini juga memiliki arti sendiri, yaitu pernikahan yang tidak dapat dipisahkan.

Hal ini juga biasanya dijadikan amanah, dimana doa untuk anaknya agar membina rumah tangga yang sakinah. Bukan hanya memiliki makna yang indah, namun motif yang dimiliki oleh batik ini juga sekar jagad atau memiliki keindahannya tersendiri untuk menemani proses pernikahan.

  1. Motif batik Ceplok Kasatriyan

Untuk motif batik yang satu ini, merupakan salah satu batik yang biasa digunakan sebagai jarik atau kain saat prosesi upcara kirab pengantin. Proses ini memang dilakukan sebelum nantinya kedua pengantin, mulai untuk memasuki lokasi atau kursi pengantin yang sudah disediakan.

  1. Motif batik Semen Gendong

Semen Gendong sendiri merupakan salah satu batik klasik yang memiliki jenis tulis. Batik ini memang digunakan oleh mempelai wanita dan juga laki-laki, setelah dilaksanakannya upacara pernikahan. Tentunya hal ini juga dilakukan, untuk menandai bahwa harapan untuk anak.

Harapan untuk anak dan menyampaikan doa agar anaknya selalu berbakti, penurut, sholeh dan sholeah dan harapan lainnya yang mengiringi kedua pengantin.

  1. Motif batik Bondhet

Diantara banyaknya batik yang ada di Solo, batik yang satu ini dinilai cukup unik. Pasalnya motif yang dimilikinya juga cukup unik dan dituangkan menjadi suatu bundet. Lurik batik ini merupakan salah satu kain batik Bondhet, yang biasanya digunakan oleh mempelai wanita saat malam pertama.

Batik yang satu ini dinilai unik, karena memang dengan motif buka dan tutup yang dimilikinya. Selain itu juga diiringi berbagai harapan baik untuk kedua mempelai, terutama wanita.

Masih banyak batik Solo dengan banyaknya ciri khas, dan makna yang terkandung di dalamnya. Marilah bersama-sama kita selalu melestarikan batik. Saat ini Anda juga bisa menemukan batik dengan mudah dan harga yang murah, bahkan mendapatkannya secara online. Bukan hanya batik saja, melainkan banyak makna yang terkandung.

Tinggalkan komentar