angkringan solo alun-alun kidul alkid solo

Akhir Pekan Di Pojok Angkringan Solo

Nongkrong Akhir pekan di Pojok Angkringan Solo – Belum lengkap rasanya bila akhir pekan tak diisi dengan tongkrongan. Obrolan berat bersama sahabat membuat hati jadi terasa lebih semangat, ditemani dengan kopi hitam pekat dan jajanan nikmat yang selalu memikat. Asyek.

Ngobrol ringan hingga ngelantur. Mengeksplor kata dan ruang hati, hingga bahas-bahasin bini. Yang jomblo ya bahas bini masa depan aja, Jangan bini orang.

Btw, nongkrong adalah salah satu wisata murah dan gak butuh dana besar serta energi besar untuk melepaskan penat seharian yang menumpuk bahkan bisa penat mingguan yang bergantungan di kepala.

Aku dan beberapa temen karib ku hampir rutin melakukan dinner on the road, alias makan di angkringan setiap akhir pekan. Mengisi suasana hari yang monoton dari hari senin hingga sabtu dengan kerja, sekolah dan mengaji.

Untuk itu kami adakan nangkring bareng, ya sekedar menghilangkan penat untuk menghibur diri.

Biasanya kami hanya nongkrong di angkringan pinggir jalan. Selain murah dan cukup didompet, kita juga dapat berbaur dengan orang-orang sekitar. Toh hanya dengan saling sapa kita dapat saudara baru.

Ciri-Ciri Angkringan

  • Bergerobak jualan
  • Menyajikan menu sederhana
  • Menu spesial berupa sego kucing (nasi sambal + secuil lauk ikan bandeng)
  • Makanan tradisional
  • Tersaji berbagai bakaran dan makanan tusuk
  • Sajian minuman berupa wedang panas (wedang kopi, wedang jahe dan wedang STMJ)
  • Memiliki nama asing Hik, hidangan istimewa kampung

Jenis Angkringan Solo

jenis macam lokasi angkringan solo
@google

Mungkin sangat banyak angkringan di Solo yang dapat kita jajaki. Hampir di setiap sudut jalan terdapat angkringan nangkring ngopi. Setiap orang pun bisa mencari referensi mana angkringan yang cocok bagi pilihannya. Baik disorot dari segi harga, higenisnya makanan ataupun suasana di sekitarnya.

  • Angkringan Lesehan

Menjual makanan dengan menu angkringan, dan dihidangkan pada gelaran tikar. Menyantap makanannya dengan duduk lesehan di atas tikar. Biasanya lebih disukai oleh banyak kalangan terlebih bila berkomunitas. Karena lokasi hik leseh, cenderung lebih luas dari angkringan yang bertempat duduk.

Biasanya dapat kita temui di pusat kota, trotoar jalanan yang lebar,di ddepan tempat kios pertokoan dan di keramaian seperti pasar malam.

Maka tak heran bila kopdar-kopdar kelompok sosial kerap memenuhi hampir seluruh angkringan di Kota Solo di malam minggu. Selain leluasa dan lokasi lebar juga tidak begitu menguras dompet.

  • Angkringan Makan

Tampilan desaign dan menu mirip angkringan , hanya saja yang membuat angkringan ini berbeda adalah sajian porsi yang lebih banyak. Porsi angkringan makan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan orang-orang sekitar untuk bisa kenyang. Bisa dinamakann warung makan gerobak juga, seperti warteg begitu.

Biasanya keberadaan warung makan model angkringan seperti ini berlokasi di dekat pusat kerja, kantor, pabrik, RS dan pusat olahraga. Angkringan makan lebih banyak buka ketika siang hari, meski dapat kita jumpai pula beberapa yang buka di malam hari.

  • Angkringan Hik Kampung

Angkringan dengan menu makanan sehari-hari orang kampung. Plus menyajikan beberapa makanan ringan berupa cemilan dan gorengan. Menyajikan lauk pauk dan sayuran yang lebih banyak, agar masyarakat sekitar dapat membeli mesti berupa sayur matang saja tanpa nasi.

Meski menggunakan gerobak , penyajian dan memasaknya di emperan rumah sang penjual. Jadi lebih banyak kita temui di daerah perkampungan, dan dipokokan menjual untuk warga sekitar sendiri. Hampir disetiap sudut jalan kampung dapat kita jumpai hik ini.

  • Cafe Angkringan Solo

Desaign  berupa rumah cafe yang dihiasi dengan lampu-lampu aksesoris berkedip yang diiringi alunan music dari audio player atau music asli dari penyanyi lokal daerah. Bermeja persis desaign cafe. Namun menyajikan hidangan bermenu angkringan.

Dari segi visual terlihat nampak desaign memang diperuntukan anak-anak muda. Cefe Angkringan dapat kita jumpai di pusat kota dan beberapa titik lainnya.

Nongkrongnya Kita Di Angkringan Solo Sabtu Malam

Nongkrong di angkringan solo
@waralabakan

Sengaja saya tuliskan sabtu malam, karena dalam kamusku malam minggu itu kelabu. Hehe.

Berkumpul bersama sahabat memang tak ada bosannya. Hampir setiap hari ketemu, eh nongkrong berjam-jam juga mukanya itu-itu aja. Ya itulah teman setia.

Menentukan lokasi dan waktu melalui obrolan ganas lewat  whatsapp, kami mulai berunding dan melakukan quick count untuk menentukan lokasi. Dalam waktu semenit langsung aja ada yang bilang “FIX nya disini, kalo gak disini aku gak mau ikut”. Ya terpaksa harus ngikut karena kalo kurang satu personil aja kurang mantap.

Oh ya, saya dan teman-teman say sudah berteman sejak kecil. Jadi gak canggung bila mau curhat, ngomong kasar atupun bully. Jadi kayak saudara sendiri begitu. Baca juga perjalanan kami waktu ngecamp pantai di Gunung kidul, klik disini.

Suapaya tidak mengganggu waktu sholat biasanya kami menentukan waktu nongkrong di Angkringan Solo Raya setelah isyak. Di titik lokasi lah kita bertemu, yang namanya orang banyak (tujuh orangan). Pasti ada aja yang terlambat entah karena pamitnya lama atau karena macet. Tapi kalau macet gaklah Solo aman dari macet kok.

Angkringan lesehan Alkid Solo adalah favorit kami yang pertama. Yang kedua Wit ringin SMA 7. Namun kali ini kami berlokasi di Alkid Solo.

Suasana gemerlap lampu hias lapangan alun-alun kidul menyala terang. Ditambah warung-warung, arena permainan dan tongkrongan memenuhi alkid tiap harinya. Dengan dendangan music dan ramainya becak motor yang keliling membuat malam lebih hidup di dalam lapangan keraton Solo ini.

Di dalam area Alkid juga terdapat arena bermain seperti pasar malam, main bola, kereta mini, motor mini, lempar gelang, foto bersama kerbau keraton dan masih banyak lagi.

Sesampai di lokasi Angkringan favorit kami, yang lokasi nya di sebelah barat lapangan kami mulai memarkirkan motor kami dan mulai bersila duduk diatas tikar.

Pesanan yang kami pesan dari dulu tak berubah. Es kopi hitam 2, es goot day 2, es kampul 1 dan teh anget 1, bakso goreng 30 tusuk, beberapa cemilan plus nasi dan lauknya.

Ngegosip

angkringan solo alun-alun kidul alkid solo
lkid Solo ketika Sore via @facebook

Sembari menunggu pesanan datang kami mulai ngelantur sana-sini ngobrolin yang faedah sampai yang unfaedah. Maklum anak muda, mau nya bebas. Tak masalah soal obrolan, karena salah satu dari kami lulusan pesantren jadi dia lah yang biasa mengingatkan bila obrolan ngelantur kemana-mana.

Seusai santapan datang kami mulai memakan dengan senyum canda tawa menghiasi wajah kami. Hingga saus yang mau dimakan menetes di sebagian celana karena tawa yang berlebih.

Obrolan mulai berlanjut setelah nasi kami tersantap sempurna. Disaat itu pula saya mengajukan kepada mereka untuk melakukan liburan di pantai atau di gunung. Berbagai tanggapan dari mereka, ada yang setuju ada yang maunya liburan mager dirumah nonton tv, anime dan drakor.

Maklum salah satu dari kami ada yang sukanya di depan laptop ngabisin waktu buat nonton film, anime dan drakor. Semoga bisa berubah hobinya jadi penghafal Al-Quran, aamiin.

Setelah waktu menunjuk pukul 21.50 kami bergegas untuk segera beranjak dari lokasi, eits kami makan juga bayar. Masa makan gratis gak bayar. Mulai ambis motor dan bergegas meninggalkan Angkringan Solo ala alkid keraton.

Peraturan dari keraton setempat menyatakan diperbolehkannya Lapangan Alun-Alun Kidul untuk berjualan asal tidak ada pengamen, preman, miras, judi dan pukul 22.10 harus sudah mulai bersih dari pengunjung. Bagi para penjual jam 22.30 harus sudah bernanjak dari tempat pula.

Tertib juga ya Kota Solo ku, semoga bisa lebih aman, tentram dan damai di masa mendatang.

Cukup sekian cerita nongkrong kita sabtu malam ini. Semoga bisa berlanjut di Artikel yang lain. Salam manis untuk Anda sang Pemabaca Damainesia.

husni

Solo (Spirit of Java) - Magetan - Young - Moslem - Publisher - Marketer Online - Student - Worker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *